Pages

Selasa, 05 Juni 2018

Hello, 23.

Bertambahnya usia adalah momen dimana individu dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tentunya hal tersebut akan berjalan dengan baik manakala ditunjang dengan perkembangan pola pikir yang semakin meningkat. Dan saya harap tak hanya angka saja yang bertambah dibilangan usia, namun pola pikir mengikuti. Pelan-pelan.




Hai. Nama saya Nurul Hadiyani. Usia saya 22 tahun. Pendidikan terakhir saya diploma, dan alhamdulillah saat ini sudah bekerja di salah satu instansi pemerintahan di Kota Cirebon di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saya hanyalah seorang pegawai biasa. Hidup saya biasa-biasa saja, yang membedakan kehidupan saya dengan gadis-gadis lain adalah kenyataan kedua orangtua saya telah berpisah hampir 9 tahun. Saya alhamdulillah sudah hampir bisa membiayai diri saya sendiri, sesekali membiayai Ibu. Saya cenderung ingin mandiri, melakukan segala sesuatunya dengan tangan sendiri karena saya tahu saya pasti bisa. Hal yang sulit—atau bahkan hampir tidak mungkin—saya lakukan hanyalah mengangkat air galon berisi penuh dengan tangan sendiri.

Menulis adalah hal yang paling saya sukai sejak kecil. Oleh karenanya saya ingin menuliskan beberapa hal—atau dapat dikatakan pesan/nasehat serta harapan—pada diri sendiri saat menginjak usia 23.


— 
(Source: Pinterest)

Selasa, 22 Mei 2018

HELLO!

Selamat datang kembali, para pembaca!

(Source: Pinterest)

Hihi. I'm so happy bisa mulai nulis lagi. Jadi, berapa minggu saya skip menulis? Haha. For your information, jadwal saya padat sekali mulai bulan April 2018 hingga menginjak awal Ramadhan. By the way, selamat menunaikan ibadah puasa, ya, untuk para pembaca yang menjalankannya. Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini puasa kita semakin berkah dan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin..

Kamis, 19 April 2018

Memaafkan Diri

Sebab tak ada manusia yang mampu sesempurna harapanmu. Oleh karenanya, maafkanlah orang-orang yang membuat hatimu patah, pun maafkanlah dirimu sendiri.



(Source: Pinterest)

Kepada kamu yang sulit memaafkan manusia lain, akan ada banyak luka yang kamu terima di kemudian hari, akan ada banyak tinta hitam di atas putihnya duniamu. Tak apa. Luka akan hilang seiring waktu, kesedihan tak akan selamanya menetap.

Manusia seringnya lalai, mereka tak pernah






Sebab, memaafkan adalah kunci ketenangan hati. Sebab, ikhlas adalah pintu ketenangan. Sebab, manusia adalah letak segala kesalahan dan memang itulah yang Tuhan ciptakan; kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan keburukan, kejujuran dan kebohongan. Dia selalu seimbang, tak pernah bimbang.

Kepada kamu yang sulit untuk memaafkan manusia lain, aku harap kamu mampu memaafkan dirimu sendiri dari setiap luka-luka yang kamu terima. Karena luka mampu membuatmu manusia biasa yang kuat dan siap untuk perjalanan selanjutnya.

Maafkanlah manusia-manusia yang membuat luka di hatimu. Maafkanlah manusia-manusia yang membuat kebisingan dalam duniamu. Terlebih, maafkanlah dirimu.




— 



(nrlhdyn - 20/02/18)

Sabtu, 17 Maret 2018

Memeluk Luka

Terkadang, kita tetap memeluk luka bukan karena kita memilih untuk bertahan pada satu pilihan yang menyakiti diri sendiri. Melainkan karena kita tahu luka adalah hal yang membuat diri kita semakin kuat. Seolah sebuah luka yang seharusnya kita hapus justru sebenar-benarnya pengingat bahwa kita mampu melewati fase ini dengan baik meski terdapat luka-luka di sana.




(Source: Pinterest)

Saya pernah memeluk luka. Saya merasa terinjak-injak. Saya merasa tak berarti juga bodoh dan kejam pada diri sendiri karena membiarkan luka menyelimuti diri dengan duka. Tak jarang saya membiarkan duka menguasai diri, sebab tak tahu harus berbuat apa.

Rabu, 14 Maret 2018

Hidup Adalah Pilihan-Pilihan

Kata orang, hidup dimulai ketika kamu merasa telah selesai dengan kewajibanmu menuntut ilmu. Kamu akan terjun ke dunia yang benar-benar baru. Terjun bebas atau terjun teratur, itu adalah pilihanmu.

nrlhdyn



(Source: Pinterest)

Saya ingat betapa dilemanya saya kala Ujian Nasional tahun 2013 berakhir. Teman-teman sekelas sudah disibukkan dengan mendaftar ke perguruan tinggi A, B, C, dst sedangkan saya masih tak tahu pasti akan kemana kaki saya melangkah. Bukankah saya pun seharusnya se-excited seperti teman-teman lain? Yeah surely, saya sangat excited untuk melangkah ke hal baru selepas masa putih abu-abu. Saya hanya tak tahu harus melangkah kemana.