Pages

Rabu, 02 Agustus 2017

Sejenak Saja

Jika boleh sejenak saja aku ingin bercerita padamu, cerita-cerita yang belum kau tahu keberadaannya dalam otakku serta berbagai kisah mengenai perasaanku yang hanya aku dan Tuhan yang tahu.

Jika boleh sebentar saja aku ingin didengar olehmu. Aku ingin menatap ke dalam matamu dan melihat kau mendengarku. Sebentar saja. Aku ingin dimengerti.

Jika keberadaanku seolah tak pernah hadir dihadapmu, untuk apakah aku bersusah payah berusaha selalu disana untuk meringankan beban yang ada di pundakmu?

Jika kehadiranku tak pernah tiada berarti yang mana hanya membuatmu mengingat luka-luka dari orang-orang terdahulu, untuk apakah kau menggenggamku erat? Bahkan mengikatku?

Aku tak akan sanggup untuk selamanya begini. Aku tak meminta Tuhan untuk memberiku gemerlapnya dunia. Yang kupinta hanya kekuatan dan ketabahan hati untuk menerima segala cobaan untukku yang Tuhan titipkan padamu.


Kekuatan. Hanya itu yang kupinta.



Jumat, 21 Juli 2017

Bukan Kehilangan Yang Baik Pun Buruk

Sebelum kita mengenal cinta, mungkin hal yang paling kita takutkan saat kecil adalah kehilangan mainan atau makanan kesukaan kita. Misal, mainan kita diambil sama orang lain atau makanan favorit kita tak sengaja terjatuh ke trotoar jalan yang kotor. Mungkin saat kecil kita hanya bisa merengek pada orang tua kemudian mereka akan memeluk kita dan berkata, "Sudah, jangan menangis. Nanti kita beli lagi mainan/makanannya." Sesimpel kalimat itu mungkin sebagian besar dari kita percaya dan berhenti menangis/merengek.

Bagaimana dengan kehilangan seseorang setelah kita dewasa?


*

Senin, 10 Juli 2017

Manusia Kurang Ajar

Kita terkadang hampir nggak pernah menghargai apa yang kita punya sampai hal itu udah nggak kita punya lagi. Kita lupa atau lalai? Atau bahkan dengan sengaja mengabaikannya? Kita terkadang menjadi manusia bodoh yang kurang menghargai sesuatu sedang kita asik tenggelam dalam hingar bingar dunia.

Kenapa sih kita lalai? Kenapa sih kita kurang menghargai sesuatu? Kenapa sih kita sering lupa?
Jawabannya ada pada dirimu sendiri. Coba deh tanya sama diri kamu sendiri, apa kamu sudah menghargai apa yang kamu punya? Apa kamu sudah mengucap syukur untuk itu?

Ya, bersyukur.


*

Selasa, 27 Juni 2017

Bagaimana Bila Tak Ada Lagi "kita"?

Suatu hari suatu hal terlintas dipikiranku. Satu pertanyaan bergelayut dalam kepalaku, "Bagaimana bila tak ada lagi "kita"?"

Menyedihkan.
Itu hal pertama yang terlintas salam kepalaku. Aku takut untuk bahkan memikirkannya.

Aku memang takut akan segala hal yang berbau kehilangan.

Kamu sudah kuanggap sebagai rumah. Tempat dimana aku pulang berbagi keluh kesah dan bahagia setiap hari. Tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus merasa malu akan diriku sendiri. Tempat dimana aku bisa berlindung dari hal-hal mengerikan diluar sana yang membuatku ketakutan.
Kamu memang tak pernah tahu seberapa berartinya kamu untukku.
Kamu memang tak pernah tahu bahwa kamu adalah rumahku, tempat aku berakhir dan memasrahkan diri pada hari-hari di kehidupanku.
Kamu memang tak pernah tahu bahwa kamu adalah tempat aku bisa lari ke arahnya.
Kamu juga tak tahu betapa aku sangat membenci kehilangan.

Senin, 12 Juni 2017

Apa Kabar Kamu Hari Ini?

"Seandainya kita tak pernah bertemu, apa kabar kamu hari ini?"

Dari kotaku ke kotamu, aku menempuh perjalanan 5 jam menggunakan bus umum.

Kita tak pernah tahu kemana takdir membawa kaki ini. Yang aku tahu hanyalah bus ini melaju menuju ke kotamu, ke kota dimana mimpi-mimpiku siap kugantungkan disana, ke kota dimana ada seorang pria disana mungkin sedang menungguku datang. 

Kamu, tahu? Tuhan Maha Baik.

Setiba disana Dia membuatku kecewa akan harapan yang kutanam pada seseorang. Dia membuatku bangun dari harapan palsu, namun Dia menuntunku pada jalan yang lebih baik, Dia sudah siapkan untukku seorang pria yang mungkin sedang menungguku, atau sedang rapuh dari luka-luka.

Lalu akhirnya kita bertemu.


***

(Source: Google)