Pages

Minggu, 15 April 2012

My Life, My Tokyo!: Goodbye, Bandung and I'm Coming, Tokyo! Part 1

Hai. Nama gue Ariana. Gue seorang siswi yang baru lulus SMP Negeri
dikota Bandung. Gue memang termasuk anak yang berasal dari keluarga
yang cukup mapan dari segi finansial. Setelah lulus SMA rencananya gue
pengen banget masuk ke SMAN 5 Bandung tapi rencana itu pupuslah sudah
sejak Tante Nana mengajakku ke Jepang dan tinggal disana untuk
menemaninya selama bekerja disana. Orangtuakku setuju dan fix, gue
bakal hijrah ke Jepang tepatnya di Tokyo.
"lo jadi hijrah ke Tokyo?" tanya Sheila, salahsatu sahabat gue. "iya
jadi, minggu depan gue berangkat." jawab gue.
Esoknya Tante Nana kembali meyakinkan gue, "kamu yakin kan Rin sama
keputusan kamu ikut tante? Tante gakmau kamu kecewa" kata Tante. "iya
Tante, InsyaAllah aku siap dan yakin. Hmm tapi tante, aku blm fasih
bahasa jepang" keluhku. "tidak apa-apa, pakai bahasa inggris. Nanti
Tante daftarkan kamu di SMA disana" Tante Nana Tersenyum. Gue pun
lega.
Minggu yang dinantikan tiba, saatnya meninggalkan Bandung dengan
sangat amat haru. Dari Bandung, gue sama Tante Nana pergi ke Jakarta
saat pagi hari sekitar pukul 7. Setibanya di Jakarta, kami langsung
menuju Soekarno-Hatta Airport. Rupanya tante sudah menguruskan segala
keperluanku, hingga Passport. Ini pertamakalinya gue naik pesawat dan
hijrah ke luar negeri.
Didalam pesawat, gue dan tante bicara banyak. Tante bercerita banyak
tntang kehidupan disana, di Tokyo. Jujur, gue belum siap disana karena
terhalang oleh bahasa. Yah gue pasrah tetap pakai bahasa inggris
disana, karena hanya bahasa itulah yang gue bisa untuk berinteraksi
dengan orang luar.

Beberapa jam kemudian, tante membangunkanku. "Ri, kita sudah sampai."
gue masih ngantuk banget tapi gue paksain untuk bangun sampai tante
bicara, "it's Tokyo, wake up, darl" langsung gue bangun. Dan gue dan
tante turun dari pesawat. "it's middle of the night" kata tante Nana.
Gue sangat antusias. Jujur. Di Tokyo International Airport, gue dan
tante Nana mencar taksi. Ia menyebutkan alamat nama daerah dengan
menggunakan bahasa jepang. Sungguh tak gue mengerti. Kanan kiri gue
lihat gedung2 tinggi dan papan nama bertuliskan huruf kanji dan
hiragana, ahh ini bener bener Tokyo. 20 menit kemudian, taksi berhenti
didepan rumah minimalis dengan arsitektur rumah jepang. Kami berduapun
turun dan masuk ke rumah tsb.
"ini rumah tante, kamu mau bikin cokelat panas?" kata tante Nana,
sementara aku hanya duduk diruang tamu. "boleh tante.. Kamarku di
lantai 2?" tanyaku. "iya, bereskan barang2mu dan simpan dikamarmu
diatas ya" segera aku pergi ke lantai 2 dan segra membereskan kamar
dan barang2ku.
"kamu pasti betah tinggal disini, Ariana" kata tante Nana sambil
tersenyum dan membawakanku segelas cokelat hangat. "mudah2an tante
hehehe besok kita kemana tante?" tanyaku. "besok tante daftarkan kamu
ke sekolah, dan lusanya kamu bisa langsung masuk mudah2an" kata Tante.
"tapi aku belum terlalu bisa bahasa Jepang nih, gmana tan?" aku
khawatir. "jika bisa pihak sekolah memasukanmu ke dalam kelas
internasional yang kata pengantarnya menggunakan bahasa inggris. Kamu
bisa kan bahasa inggris?" "ohh tentu bisa tante, hehe"
malam itu kami mengahabiskan masing2 secangkir cokelat hangat kami dan
kami pergi tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar