Pages

Selasa, 01 Mei 2012

My Life, My Tokyo!: Harajuku's Accident

Hanna adalah wanita jepang pertama yang gue kenal. dia orang yang ramah. tapi saat jam istirahaat ia tidak mengajakku keluar kelas bersama. mungkin dia sibuk. entahlah~
"hei" kata seseorang disamping. "iya?" jawab gue. ternyata orang yang menyapa gue adalah seorang laki-laki. his name is Will, dia langsung memperkenalkan diri dengan menggunakan bahasa Inggris. "Ariana Sumioto" balas gue dengan ramah.
Will: "lo gak keluar?"
Gue: "masih belum terbiasa disini"
Will: "mau keluar? kebetulan gue disini masih baru juga, baru 2 hari yang lalu dan yah seperti yang kau lihat, belum mempunyai teman"
Gue: "masa?"
Will: "ya begitulahh.. keluar?"
Gue: "baiklah"
akhirnya gue pergi ke kantin bersama Will. kami banyak ngobrol tentang daerah sini dan seputar kehidupan anak muda jepang. "yah jujur sih gue juga belum tau banyak kan, masih baru. tapi katanya sih yah di Shibuya sama Harajuku itu rame dan banyak tongkrongan anak muda jepang" kata Will sedikit menjelaskan. "pantesan aja Shibuya rame banget" kata gue. "kapan-kapan kita bisa jalan-jalan ke Shibuya bersama" kata Will tersenyum. kami pergi ke kantin. dikantin sudah cukup ramai. kami membeli beberapa cemilan makanan jepang.
"ini apa?" tanya gue heran saat Will membawakan sepiring makanan jepang. "cobalah. gue juga gatau makanan ini apa namanya, tapi enak" saat itu gue langsung coba tu makanan. dan memang enak sihh. :D

hari-hari gue disekolah selalu bareng Will. gue ngerasa dia anak paling nyambung kalo gue ajak ngobrol. dia juga punya selera humor yang bagus. selain Will, gue kenal sama temennya Hanna namanya Yamada. sebulan kemudian, kami berempat sering main bersama. sampai akhirnya Yamada mengajak gue, Will, dan Hanna untuk hang-out ke Shibuya. ya, Shibuya, sebuah distrik/wilayah di Jepang yang sangat amat terkenal karena fashion ala jepang.
"what a cute shoes" celetuk gue saat kami berada di Shibuya 109 mall. "lo mau?" tanya Will. "mau sih, lucu nih sepatu musim dinginnya" kata gue polos. "berapa sih?". Will meminta Yamada untuk menanyakan harga sepatu musim dingin yang gue maksud. "ohh gak mahal kok" kata Yamada. "walaupun ga mahal juga, gak jadi deh belinya. ga bawa uang lebih" kata gue.

"lo mau? pake duit gue aja dulu" celetuk Will. "iya, pinjam dulu uangnya Will gih. di Shibuya sekalinya ada barang yang disuka langsung beli aja, soalnya stok barangnya terbatas" Hanna menambahkan. "betul tuh, Rin" dukung Yamada. "gak dehh," gue jawab pasrah. "udah beli aja, gue tau lo suka banget kan?" kata Will. rupanya, Ia segera menuju pelayan dan akhirnya membeli sepatu musim dingin yang kupilih.
"AAAAAAAAaAAa!!! repot-repot amat sih, Will?" gue shock mampus pas tau dia beliin itu. "iya, suka kan? nih" Will memberikan bungkusan yang berisi sepatu.

2 bulan berikutnya, Kami berempat entah kenapa makin akrab. kami lalui semuanya bersama selama jam sekolah. apalagi saat pelajaran musik, saat Mr. Kumasan menyuruh murid-murid untuk membuat kelompok dan menampilkan sesuatu musik dari kelompok kami.
"lo bisa main gitar akustik, Ariana?" tanya Yamada. "bisa doong," jawab gue PD. "kita mau bawain lagu apa emang?" Hanna bingung. "gue sih terserah kalian aja deh," Will pasrah.
saat itu kami menampilkan pertunjukan musik akustik dengan lagu First Love by Utada Hikaru. lagu klasik yang nyentuh banget buat gue pribadi.

sampai suatu malam, kami berempat berencana pergi ke salahsatu toko-toko di sekitar Harajuku. Harajuku adalah salahsatu distrik/wilayah bagian dari Tokyo. kami memasuki toko pakaian anime-anime disana. aku dan Will mencoba beberapa baju dan kami sangat menyukainya. Tak ketinggalan Hanna dan Yamada yang sekarang adalah sepasang kekasih, mereka membeli baju-baju anime yang bisa 'couple'. lucu sekali mereka.
saat itu kami sedang membayar belanjaan baju kami. tiba-tiba peristiwa yang mengejutkan terjadi. dari ruangan belakang kasir, ada suara ledakan yang amat keras. gue spontan memeluk Will karena ketakutan. Hanna berteriak histeris saat kobaran api mulai muncul mendadak dengan cepat. apa daya? kami terjebak dilantai 2 toko tsb.
tragedi itu membuat kami tidak tertolong. Ya, kami tewas disana. setelahnya, gue sudah lupa apa yang terjadi. mungkin Tante Nana membawaku pulang kembali ke Indonesia dan dimakamkan di Bandung, tanah kelahiran gue. begitupun Will, mungkin Ia dibawa oleh orangtuanya ke German untuk dimakamkan disana.
gue gak inget apa-apa, yang gue inget dan gue tau, gue masih bersama Will, Yamada, dan Hanna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar