Pages

Senin, 23 Juli 2012

Get Well Soon, Education System of SMANAM Cirebon

Assalamu'alaikum.
Well, sebelumnya gue mau minta maaf maybe jarang ngeposting hal yang berguna bagi bangsa dan negara disini *halah!* semata-mata hanya karena ketertarikan gue terhadap artikel yang membangun seperti itu disini dan lebih tertarik postingan sehari-hari gue aja sih ya -__-v

Sesuai dengan judulnya, gue mau ngebahas tentang education yang ada disekolah gue. Yap, SMA Negeri 6 Cirebon yang tercinta ini, tempat dimana gue menuntut ilmu dari kelas 10 sampai dengan alhamdulillah sekarang kelas 12. Sekolah yang menurut gue punya sistem pendidikan yang bagus, bahkan hingga sekarang. Tenaga pengajar yang sangat berpengalaman dan tidak sembarangan serta betapa disiplinnya sekolah ini membuat semuanya terasa nyaman berada disekolah ini. Hingga tiba saatnya, minggu lalu sekolah ini dipaksa untuk menerima siswa "titipan" dari "preman-preman" yang biasa gue sebut "calo".



Betapa mirisnya melihat bapak/ibu guru sekolah ini memperjuangkan segala upaya agar siswa "titipan" ini tidak bersekolah disekolah kami. Kami ingin kemurnian, kami ingin sekolah ini berisi anak-anak yang tidak bermasalah, kami ingin sekolah ini memiliki siswa-siswi berprestasi. Usaha yang telah dilakukan bapak/ibu guru sepertinya tidak berujung kabar baik.
Waktu itu kasus ini telah dibawa sampai ke DPR Kota Cirebon. Dan akhirnya minggu ini, sekolah ini terpaksa menerima siswa "titipan".
FYI aja sih ya, SMAN 6 ini merupakan sekolah dengan lahan yang sangat minim. Mau pada belajar dimana siswa-siswa "titipan" tersebut? Semua ruang kelas sudah menuh. Dan gue denger kabar tadi siang katanya ruang kepala sekolah dipakai kelas siswa? WHAT?! WTF!

Ohya, ini gue juga mau nambahin artikel mengenai PPDB disekolah gue aja nih ya hasil karya Kak Iqbal Alditio yang sekarang udah jadi alumnus. Berikut artikel kerennya dia Artikel PPDB.

Kalo penasaran mau liat beritanya bisa intip ke berita 1. Gue pengen berkomentar dikit nih ya tentang berita 1 ini. Gue kurang setuju aja sih sama paragraf terakhir yang menyatakan kalau kepala sekolah dari 3 sekolah tersebut tidak memiliki hati nurani. Kenapa? Gue rasa 3 sekolah tersebut cuma pengen jujur kok. Lagipula, yang menentukan kuota kuantitas siswa juga kan biasanya sekolah, karena sekolah sendiri lebih tau keadaan lingkungannya seperti apa. Ya ngga sih?
Oke gue punya berita lain yang dikutip dari berbagai sumber, silahkan intip ke berita 2. Gue juga pengen berkomentar deh ya tentang berita yang ke-2 ini. Gue rasa gue setuju sama paragraf artikel tersebut. DPRD telah gegabah ambil keputusan ini. Sekolah ada 2 shift? Lo kate jaga kampung di pos kamling ada 2 shift?! Gue sih bukan apa-apa ya, ngerasa ngenes aja ke bapak/ibu guru. Beliau-beliau udah capek ngajar dari pagi sampai siang, nah ini ada shift siang? Mau sampai sore gitu? WTF!!

Tolong, tolong seluruh warga Indonesia! Hentikan titip menitip siswa melalui pihak LSM, atau pihak manapun! Bersainglah secara sehat didunia pendidikan! Sekali lagi, coba renungkan artikel kak Iqbal, mau sampai kapan titip-menitip akan terus berlangsung??



-@nrlhdyn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar