Pages

Kamis, 16 Agustus 2012

Yours

Atas nama kepercayaan, kita telah saling bercerita. Cerita pahit, sepahit kopi hitam pagi ini. Kita telah becerita tanpa sengaja. Kita mungkin bukan teman lama, atau sahabat baik. Tapi katamu, kita teman. 
Kita telah saling bercerita masa kelam kita masing-masing dalam hidup ini. Bercerita tentang pahitnya kehidupan, hidup kita sama-sama pahit. Sepahit buah mengkudu yang baru saja matang sempurna. 
Kita bercanda, merangkai kenangan bersama. Berharap kenangan yang kita rangkai tetap rapih dan indah seperti rangkaian bunga dan rangkaian kata-kata sang pujangga.


Ini aku. Aku yang sangat tidak populer disekolah dan didunia maya. Aku yang sangat selektif mengenai urusan hati. Aku yang sangat mendambakan masa-masa indah nanti jika dewasa sampai tua. Aku yang menginginkan pasangan hidup yang baik, seperti kamu.

Itu kamu. Kamu yang sangat jujur. Kamu yang populer disekolah. Kamu yang memiliki pasangan hati sejati. Kamu yang setia. Kamu yang bersahaja dan senang bercanda. Iya, kamu. Tidakkah kamu menyadari kelebihan yang kamu punya, sayang?

Kita sedang sama-sama merasakan pahitnya buah mengkudu yang matang sempurna itu, sayang. Tidak banyak yang bisa kita lakukan. Kamu dan aku memang sama. Sama-sama sedang merasakan pahit.
Kita tahu, banyak kesamaan dari kita yang membuat kita semakin saling membutuhkan. Kita teman, teman dan teman. Tidak lebih, sayang.
Kita tahu, banyak kesamaan yang membuat kita mengerti dan menjadikan kita tumbuh dewasa sendirian, sayang. Seolah-olah tidak ada yang menuntun kita melangkah berjalan menuju kedewasaan.
Kita berkembang sendirian, sayang. Haruskah kita berontak? Haruskah kita menyalahkan orang yang membuat kita berkembang sendirian? Tidak, sayang, bukan itu yang sebaiknya kita lakukan.

Tapi kita tahu, kita masih memiliki Tuhan. Iya, Tuhan kita sama. Tuhan kita mengerti isi hati kita. Dan disana, ada kebahagiaan yang menanti untuk kita datangi, mereka menanti kita. 
Kita memiliki orang-orang yang mencintai dan menyayangi kita. Teman, sahabat, dan kerabat. Dan kita saling memiliki hati dalam semu yang indah.

Bisakah kita berjalan bersama? Bolehkan aku berjalan denganmu menuju kebahagiaan hakiki itu? Akankah kita akan berjalan bersama? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar