Pages

Kamis, 13 September 2012

Ketika Mereka Sudah Menjadi Semu

Ketika mereka ini menjadi semu dihadapanku, aku melangkah pergi. Membiarkan mereka tetap menjadi semu untukku. Mereka melihatku dengan pandangan kosong, dan.... Aneh. Iya, aku cukup mengerti dengan keadaan itu, mengingat, aku bukan siapa-siapa lagi dihadapan mereka.

Ketika mereka telah menjadi semu, aku belajar banyak hal tentang kemandirian dan kesendirian.
Belajar hal-hal yang ku yakin mereka belum pelajari. Tentang kasih sayang dan persabahatan yang kandas didedaunan kering.
Aku belajar banyak hal mengenai kehidupanku sendiri. Mereka tahu apa? Mereka tidak tahu apa-apa tentang hidupku. Mereka hanya tahu bahwa aku seorang pecundang.

Dia menatapku kosong pagi itu. Aku tersenyum riang, bukan padanya. Melainkan pada seseorang disampingku. Kami berbincang mengenai banyak hal. Sementara dia hanya berjalan sambil memandang dengan pandangan kosong. Seolah tak percaya aku tak tersenyum padanya.
Aku menganggap mereka sebagai bayangan semu dihadapanku.
Seketika aku mengalihkan pandangan pada sesuatu yang lain, aku tidak ingin menatap orang yang telah mengkhianatiku begitu dalam dan membiarkan kenangan pengkhianatannya menarikku dalam jerat kesakitan.

Ketika mereka sdah menjadi semu, aku bertanya, "pantaskah aku memikirkannya?"
 

3 komentar:

  1. keren ......... puitis banget ....... salam kenal gua rynem ........ saya follow ya blognya

    BalasHapus
  2. saya pernah mendengar sebuah lelucon yang mengatakan bahwa 'semu adalah kenyataan yang bergelambir'. nice post, salam kenal :)

    BalasHapus
  3. @RUNEM: halo! salam kenal juga :)

    @To-tallyshit: oh iya! saya juga pernah mendengar kata-kata itu :D salam kenal juga yah :)

    BalasHapus