Pages

Minggu, 23 September 2012

We Are Never Ever Getting Back Together

Hingga selarut ini, Falla masih memandang dengan fokus pada laptop yang ada dihadapannya. Jari jemarinya dengan terampil mengetik pada keyboard laptop.
Handphone-nya berdering. Satu pesan singkat masuk dalam ponselnya.

"falla, kita harus bicara. besok aku tunggu di Djendelo Koffie jam 3 sore."

Dengan malas Falla meletakan kembali handphone-nya. Pikirannya berkeliaran kemana-mana hingga hampir saja melupakan tugasnya yang sedang dikerjakan di laptop. Matanya dengan sigap tertuju pada jam dinding berwarna biru muda yang ada diatas meja belajarnya. Pukul 01.30.


-----------------------------------------

"fall, sore karokean yuk ama kita-kita," ajak Fani saat mereka sedang dikampus.
"duh males," jawabnya.
"Falla-nya gue kenapa sih? Masih galau gara-gara John?" Fani mengelus-elus punggung Falla.
"ya lo tau sendiri lah, Fan. Sore ini dia ngajak ketemu di Djendelo," jelas Falla sambari mengaduk-aduk jus alpukatnya.
"lah? Ngapain? Jangan mau, Fal. Capek nggak sih lo denger penjelasan dia dari dulu yang cuma bullshit doang?" Fani melepaskan tangannya dari punggung Falla.
"Capek banget!! Sore ini, gue mau ngomong ama dia juga sih, Fan. Gue mau udahan aja. Capek," keluh Falla.
"nah! Ide bagus!!" Fani memasang senyum sumringah. Hatinya ikut senang sahabatnya, Falla, akhirnya memilih berpisah dengan pacarnya yang menurutnya playboy.
"iya, Fan." 

---------------------------------------

Falla menjancapkan gas motornya dengan segera menuju Djendelo Koffie. Sore itu terlihat mendung, dan menurutnya saat ini adalah saat yang tepat mengakhiri semuanya dengan John.

Falla memarkirkan sepeda motor maticnya di area parkir depan toko buku Toga Mas. Dengan segera ia berjalan memasuki toko tersebut dan menuju tangga. Sebuah tangga yang terbuat dari kayu-kayu yang sangat khas. Sebuah tangga yang membawanya menuju Djendelo Koffie yang terletak diatas toko buku Toga Mas.
Matanya menyapu sekeliling Djendelo Koffie. Mencari wajah yang tidak asing lagi baginya, John. Di ujung sana, John sedang asik dengan laptopnya hingga tersenyum sendiri. Falla tahu apa yang sedang dilakukan John jika senyum sendiri seperti itu, mungkin sedang Chatting dengan cewek lain di Yahoo! Masseger.

Dengan santai, Falla duduk dikursi yang bersebrangan dengan John. Pandangan John teralih karena kehadiran Falla. Sementara Falla hanya terdiam.
"sayang, mau pesan apa?" kata John hangat memulai perbincangan mereka.
"nggak usah," jawab Falla ketus.
"kok gitu? Yaudah," John pasrah. "gue tahu lo masih marah 'kan? Gue bisa jelasin, Fall."
"sok jelasin," 
"gue ama Nadya itu cuma temenan. Plis deh, Fal, percaya.." kali ini John benar-benar memulai perbincangan serius dengan wanita yang ada dihadapannya.
"lah? Temenan gitu sampe jalan kemana-mana, nonton berbagai film, foto box dengan pose-pose gitu? Itu yang dinamain temenan?" Falla mencoba tenang,
"duh, nggak gitu juga, Fal!"
"Udah cukup ya, John. Udah berapa kali gue maafin lo gara-gara lo ketawan selingkuh?!" Falla beranjak dari kursinya. Emosinya kini mulai memuncak, seperti ada ombak besar menyerang pembuluh nadinya.
"Falla.." John terlihat lebih pasrah dari sebelumnya.
"we broke up!" Dengan segera Falla meninggalkan Djendelo Koffie dan tentu saja, John. 

Hatinya kala itu tidak diliputi kesedihan, tapi diliputi kemarahan. Ia mengingat sebelum kejadian ini John memang pernah sangat dekat dengan beberapa wanita sebayanya dan John bilang 'hanya teman'. Falla tersenyum licik, hatinya sangat lega telah memutuskan John.


-----------------------------------------

Sudah 1 bulan kehidupan Falla kini amat tenang dengan tidak adanya beban dikepalanya sejak ia memutuskan secara telak John. Ia kini masih bisa terlihat senang bersama teman-temannya. Hatinya mendapat ketenangan yang luar biasa telah terlepas dari John dan tidak bertemu dengannya lagi.

Suatu malam handphone-nya berdering. Ada telepon.
"halo?" ia menjawab malas.
*tuutt.. tuutt... tuutt*
Tidak ada jawaban. Ia mengabaikan telepon tadi.

Keesokan harinya dikampus Falla mendapat satu pesan singkat dari nomor yang tadi malam meneleponnya.

"Falla? Ini gue, John."

DEG!! Hatinya kembali berguncang saat membaca pesan singkat itu. Ia mengambil sikap masa bodoh pada pesan dari John itu.
Dan satu jam kemudian ia mendapat pesan lagi.

"Falla, gue mau ketemu. Penting,"

DEG!! Kedua kalinya hati Falla berguncang karena pesan dari John.
"ni orang rese amat, ngapain mau ketemu ama gue?" wajahnya ketus mengabaikan pesan tersebut.

"Fal, gue pulang duluan yah. Gue pulangnya bareng Doni nih, mau ke Gramedia dulu," Fani menepuk pundak Falla.
"iyeh nggak apa-apa, Fan," jawab Falla sambil membereskan buku-bukunya.
"oke, bye!" Fani langsung ngeluyur pergi.

Waktu sudah menunjukan 4 sore. Falla bergegas menuju parkiran kampusnya, mengambil motornya dan lekas pulang.
"Falla!" terdengar suara lelaki dari kejauhan dibelakang Falla. Ia menoleh dan seketika terkejut ternyata itu John sedang berlari mendekatinya.
"apaan?" Falla menjawab ketus.
"gue dari tadi nungguin lo," jelas John sambil mencoba mengatur nafasnya.
"ya terus? Kita udah nggak ada urusan ya," Falla memakai helmnya.
"dengerin gue deh, Fal. Gue kangen ama lo, gue janji gue bakal ngerubah semua sifat-sifat jelek gue itu," John menjelaskan. "gue masih sayang banget ama lo"
Falla yang ketus masih tetap tidak tergerak hatinya mendengar perkataan John.
"lo udah lupa ya apa kata gue waktu di Djendelo?" Falla lalu terdiam tidak memandang John selama percakapan berlangsung.
"gue inget banget, makanya gue kesini, gue sayang banget ama lo" John meyakinkan.
"tapi gue nggak sayang ama lo lagi, John" jelas Falla yang terlihat mulai lelah. Lalu ia bergegas menancapkan gas motornya pergi begitu saja meninggalkan John.
sementara John hanya terdiam. Menyesali semuanya.

-----------------------------------------

Malam harinya Falla menceritakan kejadian tadi sore bersama John pada Fani, sahabatnya. 
"gila aja tuh cowok ye" Fani berkomentar.
"ribet banget dia, tinggal cari yang lain aja susah," katanya masih kesal kejadian tadi siang.
"tapi gini deh, Fal, tadi pas gue mau pulang ma Doni emang sih John manggil gue terus dia tanyain lo. Yah, dia cerita-cerita dulu deh katanya masih sayang banget ama lo,"
"gue nggak peduli, Fan. Kalo lo ketemu dia, bilangin ke dia, gue nggak mau ketemu dia lagi," tegas Falla.
"siap! Nanti gue sampaikan kalo gue ketemu dia lagi,"

-----------------------------------------

Dihari selanjutnya, John kembali berusaha menemui Falla ditempat-tempat biasa Falla berada. Hal ini membuat Falla amat terganggu.
"harus berapa kali gue bilang sih?!" Falla kesal. Wajahnya kini tidak secerah ketika tersenyum.
"kasih gue satu kesempatan lagi, Fal" betapa John memohon.
"sekali nggak tetep nggak! Silahkan lo bilang ama temen-temen lo ama temen-temen gue ama gue juga kalo lo masih sayang ama gue, tapi yang jelas kita nggak bakal kayak dulu, gue nggak mau balikan sama lo!" tegas Falla dan berlalu meninggalkan John.


"I remember when we broke up the first time
Saying, "This is it, I've had enough," 'cause like
We hadn't seen each other in a month
When you said you needed space. (What?)
Then you come around again and say
"Baby, I miss you and I Swear I'm gonna change, trust me."
Remember how That lasted for a day?
I say, "I hate you," we break up, you call me, "I love you."

Oooh we called it off again last night
But oooh, this time I'm telling you, I'm telling you

We are never ever ever getting back together
We are never ever ever getting back together
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me
But we are never ever ever ever getting back together

Like, ever" 



 

3 komentar:

  1. aku suka sama blognya..
    isi blog dan postinganya bagus, menarik dan bermanfaat sakali..:)
    jangan lupa untuk terus menulis menulis yaa..^_^

    oia salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    folloback juga ya buat nambah temen sesama blogger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

    BalasHapus
  2. @RYNEM: hahaha terimakasih kaka! :))

    @Rizki Pradana: haha terimakasih, kakak :D aku segera follback ^^

    BalasHapus