Pos

Menampilkan postingan dari 2013

Surat Dari Nurul Kepada Kenangan

Gambar
Dari Kota Kembang, Desember 2013

Kamu tahu aku bukanlah wanita yang suka bermodis-modis ria dengan segala macam pakaian yang sedang hits saat ini. Aku hanya wanita biasa-biasa saja yang berpakaian sederhana namun tetap berusaha untuk tidak ketinggalan jaman. Kamu juga pasti tahu kebiasaanku; menulis. Hanya aku, wanita satu-satunya dari sekian banyak wanitamu dulu yang menyukai seni menulis. Dan aku pernah melihatmu tersenyum membaca tulisanku lalu tertawa geli. Aku tidak paham.
Kamu tahu, bahkan saat ini aku hampir tak percaya betapa memang Tuhan Maha Adil. Betapa Dia mengirimkan seseorang yang bisa kutulis setelahmu. Ya, akhirnya aku membuat kisah lain; hidup setelah dirimu. Hebat, kan? 
Kamu tahu, hidup setelah dirimu ternyata indah. Awalnya aku berpikir bahwa hidup setelahmu akan jauh lebih buruk. Namun aku salah. Kubuang jauh-jauh argumen bodoh tersebut ke tong sampah lalu membakarnya segera dan aku tertawa. 
Kamu tahu, aku sering menertawakan diriku sendiri. Mengingat betapa bodo…

Perihal Menjadi Pasangan yang Baik

Gambar
"Kamu tahu bagaimana menjadi seorang pasangan yang baik?" Jujur saja aku tidak tahu bagaimana caranya menjadi pasangan yang baik. Yang aku tahu, aku sedang berusaha menjadi pasangan yang baik untuk seseorang yang sudah ada untukku saat ini. 
"Apa kamu bangga dengan senyum dan tawamu yang notabene adalah hasil mencuri kebahagiaan orang lain?" "Jika kau mencuri kebahagiaan orang lain, suatu saat kebahagiaanmu akan dicuri kembali oleh orang lain." - NH -

Bandung, 07 November 2013

Gambar
Happy Birthday, Kak Rifaldy. Selamat ulang tahun yang ke-19. Maaf salah nulis umurmu yang baru di atas cheese cake nya. :D Hehehe. Best wishes for you.







Bandung, 07 November 2013
"Don't worry, Karma does exist. Sooner or later, it will comes to you. Getting closer more than you could expect."
- NH -

Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Aku

Gambar
Sebelum semua ini lebih jauh, aku ingin memberi tahumu sesuatu. Ada beberapa hal yang harus kamu tahu agar kamu tidak menganggapku gila nantinya. Oke?


(1)

Aku suka berbincang. Berbincang mengenai hal apa saja. Bahkan, hal yang aneh dan absurd menurutmu (atau menurutku juga) aku bicarakan. Katamu, aku suka bertanya hal-hal yang aneh. Dan itu benar! Kamu tahu mengapa aku suka bertanya hal-hal yang aneh? Aku ingin membicarakan yang absurd dan aneh denganmu, karena aku tidak tahu harus berbicara apa lagi. Paham?
Jika kita duduk satu meja dalam sebuah rumah makan/restoran, mataku pasti memperhatikan ke sekeliling! Aku suka memperhatikan gerak-gerik orang lain di tempat umum. Dan tak jarang, aku akan berbicara sendiri mengenai hal-hal yang aku perhatikan itu.

No Reason

Gambar
"Kamu kenapa suka sama aku? Sayang sama aku?"
____

Memangnya untuk menyayangi seseorang atau menyukai seseorang, harus punya alasan? Alasan yang jelas? Jika kau bertanya seperti itu, jujur saja, aku tidak punya jawabannya. Paling-paling aku hanya diam sambil mengerutkan keningku, menggelengkan kepala dan memasang wajah bingung seraya berkata,
"Aku nggak tau."
____

Kotak Surat

Gambar
Kotak surat di depan rumahku berteriak setiap hari. Berharap sepucuk surat darimu datang, amplop berwarna merah muda dan berpita putih. Selau amplop seperti itu.
Aku begitu ingat ketika surat pertama darimu datang menhampiri kotak suratku yang kosong melompong. Surat pertama yang berisi permintaan maaf. Hanya tertera kata maaf disana; puluhan atau bahkan ratusan kata maaf yang kau tulis. Keningku berkerut sejenak. Mengapa kata maaf? Hanya kata maaf? Tidakkah ia merindukanku? Jauh aku berharap, ia mengucapkan sejuta kata rindu dibanding mengucapkan ratusan kata maaf.

Thank God, I'm in Love

Gambar
Mungkin benar apa yang dikatakan pepatah Jawa, "witing tresno jalaran soko kulino." atau yang artinya kurang lebih, "Cinta datang karena terbiasa."

***


Dia. Oh ya, benar, dia pernah menjadi bagian dari hidup saya, bagian terpenting. Meskipun sering kali ia tidak menganggapku penting baginya, namun saya tetap menganggapnya penting.  Semua kekurangannya, semua keburukannya, semua keanehan dalam dirinya tidaklah begitu berarti untuk saya. Saya ingin melengkapinya, saya ingin menjadi segalanya untuknya; teman, sahabat, musuh, rival berdebat, kekasih, orang yang selalu ada disampingnya saat matahari mulai naik ke permukaan, pendamping hidup yang akan untuk selamanya.
Namun semuanya berubah....

I Think I .......

Untuk pertama kalinya, saya tidak membanding-bandingkan dia yang baru saja hadir dengan dirinya yang telah usang. Meski hanya kurang dari seminggu.Terim kasih. :')

Imaji 1

Satu persatu warna-warni dunia(ku) berubah menjadi gelap. Beberapa awan hitam mulai berdatangan, mencekik dinginnya malam pekat. Lalu yang kutahu, semuanya berubah gelap dan... gelap.
Hingga saat ini dan detik ini, semua masih gelap dan sama gelapnya.
Angin gersang mendadak mendingin, membekukan seluruh makhluk hidup didalamnya.
Termasuk jangkrik kecil yang sedari tadi meraung-raung dari celah sempit bebatuan dan rerumputan. 
Kau tahu apa yang ia katakan dari tempatnya? Ia berkata bahwa angin telah murka.
Ia kesepian nan ketakutan. Berlindung dibalik rerumputan beku nan layu dan batu yang warnanya tak secerah dulu.
Angin berkata, "Matilah kau, Jangkrik!"

Jalan-jalan Bandung!

Gambar
Assalamu'alaikum wr wb.

Halo! Tak lengkap rasanya kalo melakukan kunjungan ke kota orang tanpa melakukan serangkaian jelajah! Haha. Karena tempat rantauan saya di Bandung, maka saya melakukan penjelajahan Bandung alias jalan-jalan di waktu senggang di kota ini, entah itu dengan keluarga ataupun teman!

Tanggal 5 September kemarin saya menjelajah daerah Bandung pedalaman dan objek wisatanya, sob! Bersama keluarga dalam sehari itu, saya sudah senang sekali. Hehe.

Kost Sweet Kost

Gambar
Assalamu'alaikum wr wb!

Hai hai hai. Apa kabar? Haha rasanya sudah lama banget tidak ngeposting sesuatu disini. Bener kan? Hampir satu bulan mungkin yah. Ini saya sempat-sempatin nulis postingan ini loh. Mumpung jaringan internet sedang oke. Hehe.

Jadi, sudah 20 hari saya tinggal di kota kembang, Bandung. Oh ya, saya kuliah di P4TK IPA Bandung, atau lebih enak disebut Akademi Komunitas Labtek SEDEC (Science Education Development and Empowerment Center) di jurusan fisika labolatorium. Alhamdulillah. Bersyukur. Hehe.

Saya Menyukai Dirinya Saat Bersama Saya

Saya suka dirinya yang bersama saya. Hanya bersama saya.Kita bisa saling bercanda, makan ice cream bersama, menikmati petang yang kian detik kian menjelma menjadi langit gelap yang bernama malam. Aku rindu aroma khas tubuhnya. Aroma yang tidak lekang oleh waktu, aroma yang hingga saat ini masih mengingatkanku saat-saat bersama dengannya; disampingnya, disisinya, didekatnya. 
Hey, saya rindu pada setiap perjumpaan manis kita. Saya suka kau saat bersama saya, hanya bersama saya.

Our Months and Now

Gambar
Bulan Lalu...
Saya dan pria itu masih duduk dibangku yang sama sambil sama-sama merasakan dinginnya hujan malam itu ditemani obrolan hangat. Hidungku masih bisa dengan cepat menangkap aroma tubuhnya yang khas. Pria bermata kecil dan bening tsb menatapku teduh. Sesekali memamerkan senyum manisnya.

Dua Bulan Lalu... Rasanya setan sedang menaunginya bulan itu. Pria itu tidak terlihat dipandangan. Sama sekali tidak terlihat. Jauh saya berharap, ia tahu akan sesuatu tentang bulan itu yang semuanya tentangku.

Tiga Bulan Lalu... Rasanya seperti mimpi. Senyumnya amat memabukan dan matanya yang kecil lagi bening menatapku hangat. Sesekali hidungku dapat mencium aroma tubuhnya yang khas. 

Beberapa Bulan Lagi

Gambar
Entah semacam ilusi atau ambisi, aku berharap suatu saat kita bertemu ditempat dan waktu yang berbeda.
Dimana semuanya sudah berbeda. Mungkin kau akan terlihat lebih rapih dengan kacamata yang membingkai matamu, dan sedikit perbaikan rambutmu agar terlihat rapih. Mungkin aku akan terlihat berbeda, dengan rok atau long dress yang kukenakan ditambah kerudung yang menutup kepala dan sebuah tas tangan dalam genggaman, mungkin aku akan terlihat lebih rapih dan feminim dibanding aku yang dulu.
Mungkin kita bisa kembali duduk di satu bangku taman bersama lagi seperti yang biasa kita lakukan.
Mungkin kita bisa menyanyikan beberapa lagu kesukaanmu di iringi petikan gitar yang khas olehmu.
Mungkin kita bisa bermain di bawah langit gelap lagi hingga turun hujan. Hingga ribuan tetesan air membasahi kerudungku.
Mungkin kau bisa membuatkanku sketsa wajahku. Dan aku akan membuatkanmu puisi terbaikku. Kita akan bertukar. Dan berakhir dengan lagu-lagu yang kau nyanyikan dan yang ku dengarkan.


***


Seb…

Saya, Ramadhan, dan Idul Fitri

Gambar
Bismillah. Salam.

Alhamdulillah, malam ini malam Idul Fitri. Dapat terdengar dengan jelas gema takbir berkumandang dari mesjid yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah. Puluhan pesan singkat di ponsel mulai berdatangan bertubi-tubi, serta pesan di media sosial lainnya; mengucapkan selamat hari raya dan mohon maaf lahir batin. Alhamdulillah. Silaturahmi kami dipermudah.


Movie Review: The Conjuring (2013)

Gambar
Salam.

Halo! Berjumpa kembali dengan saya, hehe. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, disini saya ingin menuliskan review atau ulasan lagi! Kali ini saya akan menuliskan ulasan film horor thiller yang sedang booming di box office 2013 yang beberapa hari yang lalu saya tonton.



Judul : The ConjuringGenre : Horor, ThillerPemain : Patrick Wilson (Ed Warren), Vera Farmiga (Lorraine Warren), Ron Livingston (Roger Perron), Lili Taylor (Carolyn Perron)Rilis : 19 Juli 2013Sutradara : James WanBahasa : Inggris Film arahan James Wan (terkenal setelah meyutradarai film Insidious daan Saw) masih bergenre horor thiller. Berkisah tentang rumah hantu di suatu pedesaan pertanian yang cukup terpencil dari kota. Rumah hantu menjadi teror menakutkan keluarga Perrons. Film ini bersetting waktu tahun 1970-an di Rhode Island.

Book Review: London by Windry Ramadhina

Gambar
Salam.

Halo! Berjumpa lagi! Haha baiklah baiklah. Apa kabar? Semoga masih sehat-sehat saja. Saya? Alhamdulillah masih sehat walaupun kemarin sempat kurang enak badan gara-gara jadwal tidur, makan, aktifitas dan istirahat berantakan. Pfft.

Baiklah. Sesuai janji saya pada postingan sebelumnya, saya mau memberikan review alias ulasan dari novel yang minggu kemarin saya beli dan sudah tamat dibaca. :D
Mau tau? Simak!


Yap! Buku berjudul ini berjudul London karya Windry Ramadhina terbitan GagasMedia Publisher baru saja keluar bulan Juli 2013. Buku ini merupakan seri atau bagian dari proyek Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) oleh GagasMedia dan Bukune.

Why Are You Still Waiting For?

Gambar
Salam.

Bismillah. Ditemani segelas susu cokelat hangat di malam minggu kedua bulan Ramadhan, saya membuat postingan ini.

Beberapa hari yang lalu, saya sempat berkirim pesan singkat melalui salahsatu aplikasi messenger yang sedang booming di smartphone dengan salahsatu teman, teman lama, lebih tepatnya teman SMP. Yah.. Sekedar silaturahmi.

Kami terlibat obrolan santai namun serius perihal masalah kehidupan roman saya. Hahaha. Saya tidak menganggap di kepo sehingga saya menjawab beberapa pertanyaan yang ia tanyakan melalui aplikasi messenger.

I Promise You

Jika rasa yang kupunya belum cukup halal untukmu, maka akan ku sederhanakan lagi rasa itu; menjadi gumpalan kesabaran dan ke-lapangdada-an yang luas dan besar.
Jika rasa yang kupunya belum cukup halal untukmu, maka akan ku buat kotak cantik untuk menyimpanmu disana; menyimpan rasa itu dan dirimu rapat-rapat didalamnya.
Jika rasa yang kupunya belum cukup halal untukmu, maka akan ku kunci pintu hati dan bibir ini; menjagamu tetap aman tanpa ada seorangpun yang datang dan merusaknya.
...Sampai waktu yang tidak ditentukan; sampai waktu mempertemukan.
I promise you.

I Just Haven't Met You Yet

Gambar
Suatu hari, saya terhenyak sedikit membaca twit salah seorang wanita, dokter muda sekaligus penulis novel Heart Emeregency, teh Falla Adinda yang isi twitnya kira-kira seperti ini:

"Kenapa tidak berdoa untuk minta jatuh cinta lagi dibanding berdoa meminta dia kembali?"
Iya, saya sedikit terhenyak. Kenapa? Karena saya baru menyadari, sudah sejak lama saya selalu menyelipkan namanya disetiap perbincangan dengan Tuhan; berharap dia baik-baik saja, berharap dia bahagia. Namanya tak pernah absen dalam benak saya. Apakah saya memintanya kembali? Tidak. Apakah saya masih mengharapkannya? Tidak.

Pantai Kuta

Mari menulis sajak tentang kita
Di atas kertas usang di bibir pantai kuta
Layaknya narasi di dadamu
Layaknya ribuan pertanyaan di dadaku
Mari bersandiwara sekali lagi untukku
Biar setiap tinta yang berbicara di atas kertas
Meraung dan menjerit seolah tak ada batas
Biar rasa itu menguap pergi bersama angin pantai kuta
Agar tak ada lagi yang harus terluka

Adzan Subuh

Kau bersembunyi dibalik dedaunan basah bersama embun
Terkadang bersembunyi dibalik rerumputan yang basah bersama embun
Kau mengudara bersama angin subuh
Mencari tempat tak berlabuh
Anak-anak kecil mulai membuka mata
Dan kau akan mengingatkan mereka bahwa Tuhan-nya telah memanggilnya
Bahwa malaikat telah berada disampingnya
Lalu kau akan menghilang di bibir sungai
Jatuh lalu mengalir bersama air ke suatu tempat yang damai

Mungkin Benar

[Suatu Senja Ramadhan di Keraton]

Rasanya sengatan matahari sudah tidak lagi menyiksa kulitku. Walaupun aku masih bisa merasakan keringat segar mengucur di dadaku namun segalanya menjadi lebih baik kala senja di bulan Ramadhan tiba. Mungkin diantara kerumunan ini hanya aku yang sejak satu jam yang lalu menatap ponsel dengan berwajah harap-harap cemas. Ya, aku sedang cemas namun berharap pula.

20 menit kemudian salah seorang panitia menutup acara. Sungguh. Ketika keluar dari pendopo keraton, aku bisa merasakan angin menyentuh kulit wajahku dengan lembut. Aku bisa melihat jilbab cokelat yang kukenakan terayun sedikit karenanya. Akhirnya...

Surat Angin

Selama malam, mas.
Semoga angin malam ini menyampaikan rindu yang kian hari kian terasa sesak didadaku.
Semoga setiap belaiannya membawa ketenangan dihatimu.
Semoga setiap daun yang tertiup olehnya membawamu pada wanita yang selalu setia mendampingimu hingga akhir hayatmu; aku.
Salam rindu dari sudut kota kelahiranmu; aku.

Titik Air

Ini bukan cerita tentang kota hujan. Ini cerita tentang kota yang dingin. Kota dimana langit hujan dimalam hari berwarna oranye. Titik-titik air membasahi dedaunan pohon diluar. Aku bisa melihatnya dari lantai dua dengan jelas. Menghirup aroma tanah hujan adalah salahsatu hal kesukaanku.

Pohon 1:
Titik hujan ini selalu setia menemaniku. Setiap pagi, ia menemaniku dengan embunnya yang sejuk. Lalu malamnya ia merubah langit menjadi berwarna ke-oranye-an dan menurunkan serbuan titik air banyak sekali. Rasanya aku ingin menari dibawahnya lalu tertawa riang seperti anak kecil.

Selamat Ulang Tahun ke-18, Nulul!

Gambar
05 Juni 1995 - 05 Juni 2013

Alhamdulillahirabbil'alamin.  Genap sudah usia saya menginjak 18 tahun 23 hari pada hari ini (28/06/13). Guess what I'm thinking about, saya seneng udah bisa sampe umur segini. Udah dikatakan dewasalah istilahnya. Dewasa muda. Hehe. Nggak keberatan kan kalo saya bilang umur saya ini udah dewasa muda? :p
Baru sempatkan diri membuat postingan mengenai 18-nya saya, soalnya sibuk. Ya, bulan ini cukup sibuk. Dari mulai ikut SBMPTN 2013 dan SIPENMARU Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya (cabang Cirebon) plus ditambah ngurus-ngurus sendiri rencana saya ingin mengikuti pendidikan di kota kembang, Bandung. Semuanya cukup menyita waktu saya. Belum lagi rencana kepindahan barang-barang kerjaan Mama ke rumah; komputer, printer, dan mejanya. Iya, Mama sekarang udah nggak usah keluyuran lagi. Capek. Saya sayang. Saya menyarankan beliau untuk memindahkan seabrek kerjaannya ke rumah saja. Duh malah curhat. Hahahaha. Ya sekilas kegiatan saya bulan ini.

Aku Pernah

Pernahkah kau sadar, angin-angin disekitarmu menyentuh lembut wajahmu dan membisikan sesuatu ditelingamu? Suaranya samar, namun akan terdengar jelas jika saja jantungmu tidak sedemikian cepatnya berdegup.

Pernahkah kau berpikir bahwa aku pernah membencimu sebesar-besarnya setelah merindukanmu sedalam-dalamnya?

Pernahkah kau menyangka bahwa aku yang terlihat tak memperdulikanmu diam-diam senang memandangmu dan memperhatikan setiap detail yang ada dalam dirimu?

Pernahkah kau menyangka bahwa aku mencintaimu sejak hari-hari kemarin, dimana sudah dua musim panas kita lewati?

Rindu Berdarah

Gambar
Diatas meja ini mungkin kita sedang bertaruh luka yang pedih
Menyemai rindu penuh darah dan nanah
Membasuh luka namun tersenyum lirih
Di atas sana
Bulan tampak ketakutan
Semesta mengulas warna hitam pekat
Hingga membuat bintang meredup perlahan tertelan hitam nan pekat
Seperti aku yang ketakutan
Banyak ketakutan disana, di dadaku
Hingga akhirnya rasaku tertelan waktu
Waktu yang kian hari kian menghitamkan segalanya
Membuat segalanya gelap
Disini akan ada selalu rindu yang berdarah
Seperti luka yang tak akan pernah terobati
Rasa sakit yang menguap dari sana saat kita bertaruh luka


Dentang Piano (part 4)

Kalimat demi kalimat dalam kertas beramplop cokelat muda kini berputar-putar dikepalaku. Mataku mondar-mandir menyusuri kalimat demi kalimat tulisan itu. Ah. Tulisan ini bercerita sesuatu. Seakan-akan ia membuat lakon sandiwara dalam kepalaku sehingga aku bisa membayangkan isi sebenarnya dalam visualisasi. Hujan deras diluar apartemenku tengah malam ini seakan tak mampu memecahkan kemelut kalimat-kalimat ini dalam kepalaku.

"Aku bertemu dengannya dibawah langit gelap dan gemericik air turun dari langit dengan derasnya."
Otakku memutar kembali rekaman beberapa hari yang lalu saat pertama aku bertemu pemuda yang sedang bermain piano di sebuah kafe kuno. Saat itu hujan deras. Beberapa tetes air hujan sempat membasahi rambutku.

Kata Hati

Suara musik riuh samar-samar masuk ke dalam telingaku
Mengisinya dengan alunan-alunan yang tak ku mengerti Samar... Masih terasa samar ditelingaku
Hujan yang turun di bulan Juni Mengingatkanku pada musim panas dua tahun lalu Begitu menghangatkan setiap jiwa
Hangat, Seperti berdiam diri ditepi api unggun Membiarkan kunang-kunang mengaku kalah akan pertarungan  Pertarungan antara siapa yang kuat dan siapa yang lemah
Disana masih terdapat sang pujaan hati mengalunkan nada indah Suara tawa yang kusebut nada indah abadi di telingaku
Aroma tubuhmu menguap seiring waktu yang membawa kita kesini Aroma yang menawarkan perlindungan Aroma yang berjanji akan selalu ada 
Seperti air menolak menyatu dengan minyak Dan kau yang selalu menolakku dengan kepolosanmu
Apakah kita seperti air dan minyak?  Apakah kita seperti air dan api?  Apakah aku bagaikan pungguk merindukan bulan?
Kita akan terjaga dalam keheningan Saling mengucap salam perpisahan namun tidak ingin kehilangan Kita akan berdiam diri dala…

Tips Long Distance Relationship! (LDR)

Gambar
Salam.
Apa kabar semua? Semoga masih sehat dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin ya Rabbal'alamin.
Baiklah. Udah lama ya gue ga posting hal-hal macam opini ataupun tips? Iya, beberapapostingan sebelum ini mungkin isinya hanya cerita. Hehe. Enjoylah.
Pada postingan kali ini gue mau berbagi tentang tips menjalin hubungan jarak jauh, atau bahasa gaulnya sih sekarang Long Distance Relationship! Simak yak.

Long Distance Relationship atau biasa disingkat LDR, yakni hubungan jarak jauh. Hubungan yang di maksud disini adalah hubungan asmara (read: pacaran). Yahh anak muda jaman sekarang ngerti lah ya.
LDR ini resikonya besar banget. Cobaannya juga banyak banget. Godaannya juga banyak banget. Stok sabarnya harus diperbanyak, ketebalannya pun harus dipertebal. Mengapa? Ngga cuma perasaan aja sih yang harus kuat, tapi mental juga.



Dentang Piano (part 3)

Gambar
Liburan yang membosankan.Anya pergi berlibur. Setiap hari hanya keluar untuk siaran. Dan setelahnya selalu mampir ke kafe kuno itu, kafe yang menyelamatkanku dari hujan dan dingin, menghangatkanku dengan atmosfernya yang khas.

Sudah satu minggu, aku secara intens mampirkafe kuno itu dan aku selalu memilih tempat yang sama saat pertamakali duduk di kafe ini. Meskipun begitu, aku tak pernah lagi melihat laki-laki itu bermain piano. Seperti ada yang hilang. Ya, laki-laki itu hilang.


Dentang Piano (part 2)

Gambar
Selesai sudah kuliah untuk semester ini. Wajahku sumringah bukan main menyambut datangnya libur panjang. Walaupun tetap, jadwal siaranku masih berjalan. Aku belum cerita ya? Aku kuliah di jurusan fisika di salahsatu universitas cukup terkenal di New York. Selain kuliah, aku bekerja di salahsatu stasiun radio anak muda di kota ini. Ya, aku mulai membiayai pendidikanku sendiri.

"Aku, James, dan Alex berencana akan berlibur di Manhattan. Kau mau bergabung?" Tanya Anya sambil memainkan sedotannya.
Sejenak aku berpikir, lalu berkata.. "aku masih ada jadwal siaran. Kau tahu kan, bosku nanti marah jika aku mengambil cuti. Bisa-bisa ia memangkas gajiku."
Anya tertawa meledek. Aku bisa mendengar jelas suara tawanya yang lepas. Malas. Aku hanya mengerutkan alis.
"Kau yakin tidak akan bergabung? Kalau begitu nanti akan kubawakan oleh-oleh." Anya meninju lenganku ringan.
Aku memutuskan meninggalkan Anya. Berbicara dengannya tentang berlibur membuat hatiku semakin…

Dentang Piano (part 1)

Gambar
Ku percepat langkahku. Tak peduli ramainya jalanan ini dengan pejalan kaki sepertiku. Sesekali kulirik jam di tangan kiriku. Dan tiba-tiba saja....... tetesan air jatuh dari langit, membasahi setiap sudut rambutku. Sial!

Aku terlambat. Hujan ini mendahuluiku. Tidak ada waktu. Aku langsung mengarahkan kakiku masuk ke salahsatu kafe terdekat. Mataku menyapu seluruh isi ruangan, berharap ada meja kosong. Yak! Ketemu! Disudut sana dekat seorang laki-laki sedang bermain piano, masih ada meja kosong untuk aku tempati. Kakiku refleks dengan segera menuju kesana. Tak berapalama setelah ku daratkan badanku di kursi, pelayan datang dan mencatat pesananku.



Movie Review: Fast & Furious 6

Gambar
Salam.

Suka nonton film? Nonton film Hollywood? Yak! Pas sekali. Pada postingan kali ini gue mau mengulas satu film Hollywood yang minggu lalu baru gue tonton, Fast & Furious 6.



Seri ke-6 Fast & Furious ini diawali dengan kebahagiaan Brian O'Conner yang baru saja memiliki seorang putra setelah menikah dengan Mia, adik perempuan Dominic Toretto. Dom berserta timnya kini memilih pensiun setelah selesainya kasus perampokan (pada seri ke-5) dan berpisah masing-masing hingga pada suatu hari Hobbs, seorang polisi datang meminta bantuan Dom serta timnya untuk memburu organisasi pembunuh bayaran internasional yang dipimpin oleh Owen Shaw dan wakilnya Letty Ortiz. Dom menyetujui akan membantu Hobbs jika polisi tsb bersedia menghapuskan semua catatan kriminalnya serta timnya, terlebih saat Hobbs menunjukan foto Letty yang notabene adalah mantan kekasih Dom yang hilang dan dianggap telah meninggal (pada seri ke-5).

Perburuan Owen Shaw serta timnya membawa Hobbs dan Dom serta tim samp…

Karena Aku Yakin

Ketika aku lelah menunggu, apa yang akan kau lakukan untuk membuatku bertahan?
Ketika aku lelah menanti, apa yang akan kau katakan untuk menguatkan hatiku yang jelas-jelas sudah hampir patah lagi?
Setelah kejadian dua tahun silam, kejadian yang membuatku takut, kejadian yang membuatku tak lagi ingin menemuimu (mungkin begitu pula kau sebaliknya), aku tak pernah berani mengetik satu karakterpun dalam layar pesan ponselku untuk dikirimkan padamu. Bahkan sudah beberapa kali aku menulis draft disana, dan semua itu berakhir di tong sampah virtual.

Bodoh.
Ya. Aku merasa bodoh. Amat bodoh. Terkadang aku benci diriku sendiri, mengapa aku rela bertahan dan terpaku disini hanya untuk menunggu seseorang datang (pulang)? Bodoh, bukan?
Untuk apa menanti yang tidak kunjung datang (pulang)? Untuk apa menunggu yang sebenarnya tidak akan pernah kembali (pulang)?

Dilemma

Pernah rasain yang namanya dilemma? Iya, itu yang lagi saya rasain. Entah bagaimana jelasin dilemma yang lagi saya alamin dan ngga tau harus bicara atau berbagi sama siapa.
Pernah rasain rasanya dilemma dan bikin mata mendidih sampai menitikan air mata? Ini adalah dilemma terparah dan ter(maaf) bangsat yang pernah saya rasain.
Ini bukan masalah dia yang pergi dan saya yang belum move on. Ini bukan masalah cinta segitiga dengan sahabat sendiri. Ini bukan masalah menunggu orang yang sedang tertawa dengan orang lain dan ia buta melihat saya. BUKAN! Ini semua bukan dilemma macam itu. Ini lebih rumit.
Saya merasa terpojokan. Dua sisi yang enggan saya tinggalkan, namun salahsatunya harus saya tinggalkan. Tidak, ini bukan masalah cinta. Saya sudah tidak peduli dengan hal semacam cinta. Saya memikirkan hal lain. Hal yang lebih penting dari sekedar menye-menye gara-gara cinta. Sekali lagi (maaf) bangsat. Persetan dengan dilemma.
Saya terlalu takut untuk apa yang ada didepan ketika saya maju…
Hey! Terima kasih, lho, untuk semuanya. Terima kasih Ice Cream yang enak dan segelas teh lemon dingin. 

Hey! Maaf, lho, jika saya bersikap menyebalkan dan mengganggu. Saya memang gadis menyebalkan.



Dongeng Sang Senja

Gambar
Namaku Senja. Aku seorang wanita yang menyukai keindahan.
Tuhan membiarkanku pergi keluar saat sore hari. Ia berkata bahwa ada banyak hal indah yang bisa aku lihat sore hari. Ia mengijinkanku keluar pukul 3 sore tepat dan kembali pukul 6 petang.

Sungguh banyak hal yang bisa kulihat di bumi. Anak-anak kecil berlarian di lapangan, dan aku seolah bisa mendengar seruan mereka dan suara tawa yang renyah darinya. Di wajahnya tidak ada kekhawatiran akan masa depan. Sepertinya yang ia tahu hanyalah bermain. Lalu aku bisa mendengar suara burung-burung bernyanyi dan menari untukku. Suara mereka indah, bahkan mereka memberi tahu lagu apa yang mereka nyanyikan; Senandung Senja, dan tarian yang mereka sebut; Tarian Senja. Kau tahu? Mereka melakukannya untukku! Itulah alasan kedua aku bahagia.


Pagiku dan Aku Muram

- Day 1
Hai pagi! Kau terlambat bangun? Dua jam yang lalu ku pikir masih pukul 5 karena hari masih gelap. Ternyata kau terlambat bangun.
Kau tahu, wajahmu hari ini tidak seperti biasanya. Biasanya Wajahmu cerah seperti wajahnya. Iya kan? Mengapa wajahmu hari ini seperti aku? Wajahku sedang muram. Kau tahu kenapa? Aku terlalu berat memikul rindu. Haha lucu ya? Iya. Aku tahu kau sudah bosan dengan cerita-cerita cinta manusia. Namun yah, jika aku boleh bercerita aku pun sedang mengalami hal-hal yang kau benci.

Surat untukmu.

- Day 1 -
"Apa kabar hari ini? Ku harap kau baik-baik saja. Bagaimana tour-nya? Menyenangkan? Ku harap begitu, agar otakmu sedikit fresh saat kembali pada aktivitas harianmu. Jangan lupa jaga kesehatan. Jangan memaksakann diri jika lelah. Istirahatlah. Kau bukan robot. Kau manusia. Maaf jika aku berubah menjadi cerewet. Aku selalu begini jika sedang khawatir dan kurang tenang. Ya, aku mengkhawatirkanmu. Kau memang bukan anak kecil, namun sungguh aku mengkhawatirkanmu. Kau tahu hari ini pikiranku kalut. Entah kenapa aku tak mengerti. Aku merasa kosong nan hampa. Aku lebih banyak melamun. Kau tahu mengapa? Mungkin karena jarak ratusan bahkan ribuan kilometer yang membuat kau begitu jauh. Lalu saat memasak makan malam, mataku memanas dan disudutnya terjatuh sebuah bongkahan air yang begitu kecil. Beberapa kali bongkahan kecil itu jatuh.

Narasi Kita

Percayalah padaku, nama dan ceritamu akan selalu ada dalam buku yang kutulis, tersusun berantakan dalam beberappa folder digital maupun tumpukan buku.

Aku ingat dua tahun lalu. Aku ingat sesosok lelaki berdiri menunggu dengan tenang dan matanya menyapu seluruh pandangannya. Dengan riang aku memanggilmu meski suaraku kecil karena kelelahan, semilir angin mengantarkan suara itu ke telingamu. Syarafmu bekerja amat cepat dengan segera menoleh ke arah sumber suara. "HEY!"

Seulas senyum samar namun tulus tersungging di wajahmu. Ah. Pertama kalinya aku melihatmu tersenyum ke arahku dan berseru kepadaku. Hampir rasanya hatiku terbang dengan mudahnya seolah organ itu adalah balon gas.

Dalam Kotak Prolog dan Epilog

Ketika cerita ditutup oleh sebuah epilog, masihkah ada kelanjutan dari kisah tersebut?
Apakah setiap kisah memiliki epilog?
Sesuatu tersangkut dalam tenggorokan kecilku, membuatku sulit bernapas dan berbicara. Sesuatu yang berdasar dari dorongan hati kecilku perlahan-lahan memuncak, mengamuk ingin keluar melalui air mata.
Tenggorokanku terasa tercekik. Sakit sekali ketika mengingat sosoknya. Hatiku terasa tertusuk jarum-jarum kecil dalam jumlah banyak.

Gadis di Kursi Roda

Langit senja memang selalu menjadi favorit Lena, gadis yang harus menikmati sisa hidupnya di kursi roda. Rasanya hanya langitlah yang mengerti perasaan gadis itu. Warna oraye memantulkan lengkungan senyum di bibirnya yang kecil. Ia biasa ditemani semilir angin yang lembut menyentuh wajahnya. Ia pun terbiasa mendengar riak air mengalir dengan tenangnya. Di desa itu ia tinggal. Desa yang amat jauh dari riuh perkotaan.

Education System: Ujian Nasional 2013

Gambar
Salam.
Hah. Auk dah mau nulis apa disini, cuma mau nulis aja padahal. Baiklah. Let me tell you, sesuai dengan judul postingan kali ini, gue bakal mengulas mengenai Ujian Nasional 2013 yang kebetulan gue alamin sendiri tahun ini. Pffft.
Yang pasti, gue kepengen nulis ini udah dari lama banget. Tapi baru sempet bikin sekarang karena kebetulan sekarang lagi mengalami ujian nasionalnya. Hahaha.

45 Hal Tentangmu

1. Kulitmu bersih. Aku suka lelaki yang cinta kebersihan terutama kebersihan dirinya sendiri.
2. Kamu humoris. Aku suka lelaki yang bisa membuatku tertawa karena hal-hal bodoh masing-masing.
3. Wajahmu lucu, seperti kartun Winnie The Pooh di televisi. Membayangkan aku memeluk boneka kartun favoritku. :")
4. Terkadang kamu mengingatkanku pada ayahku disana. Senyummu selalu cerah seperti beliau.
5. Jika rambutmu gondrong, aku selalu memintamu memotongnya tapi kau memaksa tidak ingin dipotong.
6. Aku hampir pernah memberikan bando-ku padamu untuk menghalau poni rambutmu yang makin panjang, menghalangiku untuk melihat matamu.
7. Kamu adalah orang yang bertanggung jawab.
8. Kamu sering sekali ketiduran saat kita sedang berbincang lewat saluran telepon.
9. Aku senang mendengar setiap hela napasmu di telepon saat kamu tertidur. Seakan kamu ada didekatku saat itu juga.

Standing Party

Jam dinding dengan jarum berwarna putih itu terus bergerak. Terus memutar kearah kanan dan akan kembali lagi terus berulang seperti itu. Jantungku semakin kencang seiring terus berbunyinya dentangan jarum jam. Hatiku semakin tidak karuan. Amat gelisah. Ku berlari keluar rumah, dan melihat langit sore disana. Awannya seakan tersenyum sumringah padaku. AH! Aku tidak tahu harus pakai apa untuk malam ini pergi dengannya. Sungguh! Aku bukan seorang fashionable dan pandai memlilih pakaian yang pas untuk acara seperti ini. Hmmm sebut saja acara malam ini adalah semi-kencan. Baiklah.

Kesepian

Gadis itu berambut pendek berwarna pirang kecokelatan. Ia sering duduk disamping taman didepan rumahnya sembari melakukan banyak aktifitas; mendengarkan musik, belajar, main games, menulis puisi, menuliskan naskah novelnya di laptop dan sebagainya. Ia memiliki kulit kuning langsat dan sangat halus. Tidak ada rambut-rambut kecil ditangan dan kakinya. Kakinya yang jenjang, membuat tubuhnya proporsional. Parasnya cantik. Ia memiliki tahi lalat di sekitar bibirnya dan satu dekat mata kanannya. Hal itu membuatnya terlihat manis ketika tersenyum.

Ujian Praktikum

Salam.

Selamat malam, bloggers! Huh sebelum tidur pengen posting sesuatu dulu disini. Hehe belum terlalu ngantuk juga sih..
Baiklah, pada postingan gue kali ini, akan menceritakan kejadian 2-3 hari belakangan ini. Campur aduk.
First, mulai dari hari jum'at dulu. Tanggal 8 maret tepatnya, adalah hari pertama ujian praktik dan mata pelajarannya adalah agama islam. Gue sama temen-temen kelas paginya tunggu Pak Oji, guru agama yg bakal test tentang bacaan sesudah shalat plus dzikirnya. Tapi sampe jam 08.15 blm jg dteng itu orang. Anak-anak udah pada kesel akhirnya turun ke lantai dasar tepatnya ke Mushola At-Taubah untuk praktik shalat.

Future

Salam.

Beberapa bulan lagi akan dinyatakan (mudah-mudahan) LULUS dari sekolah tercinta, SMAN 6 Cirebon. Menyusul kakak-kakak lain yang sedang pendidikan di perguruan tinggi. Seneng? Banget! Nggak sabar kepengen jadi mahasiswa. Udah excited banget sama yang namanya kuliah.
Ngomong-ngomong kuliah, sekitar 2 minggu yg lalu, gue udah daftar ke PTN lewat jalur SNMPTN Undangan. Sudah finalisasi dengan pilihan PTN sbb:
1) IPB: Argonomi & Hortikultura, Pengembangan Masyarakat.
2) UNY: Pend. IPA, Pend. Bhs. Inggris.
Tapi belum cetak kartu peserta sih. Ah, do'akan saja ya. Entah kenapa gue malah pgn ptn pilihan ke-2 dan prodi ke-2 yg diterimanya! Serius lah ini itu cita-cita sih. Gue punya 2 cita-cita: guru atau dosen dan dokter umum (klo bisa spesialis ortho). 2 pekerjaan tsb menurut sya sangat mulia. Hihi kalo tidak jadi dokter ya dokter di puskesmas lah alias sarjana kesmas. Hihi berkecimpung di dunia kesehatan pokoknya.
Gue udh mulai berkhayal sih kuliah itu gimana. Pasti asik. Past…

Noda Hitam di Muhasabah

Salam.

Pada postingan kali ini.. sebenernya saya enggan untuk posting sedikit kisah hitam yang saya punya dan saya rasa beberapa hari belakangan ini. Tadinya saya hanya ingin bercerita lewat Twitter di akun saya (@nrlhdyn), tapi berhubung ini berkaitan dengan temen-temen saya yg paling ngerti saya banget, akhirnya saya putuskan untuk menuliskannya di blog. Biar bisa dia baca, biar bisa menjadi rekam jejak. :')
Hari kamis, 28 februari 2013 adalah hari dimana diadakannya acara Muhassabah di sekolah untuk berdoa bersama mohon ampun dan meminta semoga dilancarkan ujian nasional dan ujian-ujian lainnya. Singkat cerita disalahsatu babak acara tsb, ada babak renungan. Renungan tentang orangtua. Terutama ibu. Jujur, itu bikin saya sedih sampe nangis ngga tertahan.

Perawatan Wajah dan sebagainya.

Salam.
Baru bisa posting bener lagi ini setelah postingan sebelumnya betisikan tentang penderitaan mulu. Haha. Yasudah abaikan saja.
Oke hari ini gue mau nge-alay dulu ceritanya. 2 hari yang lalu, sekitar habis maghrib gue ke salon. Iya. Kebetulan sendiri sih. Niat cuma mau potong rambut doang, etapi keterusan malah pake perawatan wajah segala alias facial. Iya, facial mungkin emang ga asing lagi buat para kaum hawa. Ya jelaslah untuk membersihkab kulit mati dan mudah-mudahan bikin kinclong muka. Lol.
Dimulai dari potong rambut dulu. Gue potong rambut jadi pendek bukan tanpa alasan. Alasannya adalah udah ga betah sama rambut panjang. Alhasil gue putuskan untuk potong rambut jadi pendek, sependek rambutnya para polwan. Ini ciyus lho~
Setelah potong rambut selesai, dilanjutkan dengan perawatan wajah. Gue pake merk La Tulipe, yg udah brand bgt. Selama proses perawatan, aslina mah ga betah dicampur sieun. Iya. Apalagi pas proses penguapan, seremnya karena lampu warna biru gitu. Ah taku…

I will be.

Suatu hari mungkin aku akan terbaring lemas diatas ranjang ini. Dan dengan segera mereka membawaku ke rumah sakit terdekat. Aku memasuki ruangan pemeriksaan dan dokter berkata aku harus rawat inap, belum bisa dipastikan apa yang terjadi padaku. Dan keesokan harinya, dokter memberitahu bahwa aku menderita penyakit dalam tubuhku, yang mewajibkan untuk operasi. Aku akan terkejut dan mereka pasrah kepada ilahi. Mereka mungkin akan menyesal atas apa yang mereka lakukan padaku. Aku akan mati. Membusuk kaku dikamar ini lagi sampai akhirnya berpindah ke tempat peristirahatan abadi.