Pages

Minggu, 17 Maret 2013

Kesepian

Gadis itu berambut pendek berwarna pirang kecokelatan. Ia sering duduk disamping taman didepan rumahnya sembari melakukan banyak aktifitas; mendengarkan musik, belajar, main games, menulis puisi, menuliskan naskah novelnya di laptop dan sebagainya. Ia memiliki kulit kuning langsat dan sangat halus. Tidak ada rambut-rambut kecil ditangan dan kakinya. Kakinya yang jenjang, membuat tubuhnya proporsional. Parasnya cantik. Ia memiliki tahi lalat di sekitar bibirnya dan satu dekat mata kanannya. Hal itu membuatnya terlihat manis ketika tersenyum.



Tapi, akhir-akhir ini dia lebih sering melamun dikursinya ditaman itu. Melamun dengan pandangan kosong ditemano hujan yang akhir-akhir ini sering turun. Entah dia sedang memikirkan apa. Ia mendadak menjadi amat pendiam. Ia dikenal sebagai pribadi yang ceria. Ada apa dengannya? Tidak ada yang tahu.
Terkadang air matanya menetes secara tak sengaja. Matanya menyiratkan bahwa ia putus asa. Ia lebih sering menghabiskan waktu santainya dirumah dengan menatap layar ponselnya. Bermain dengan teman-temannya didunia maya. Ia bisa menemukan kesenangan disana meski hanya sesaat.

Dan kini ia duduk dikursi yang sama ditaman itu. Pandangannya kosong. Wajahnya terlihat hampa. Hampa. Wajahnya tidak terlihat ceria lagi seperti beberapa minggu lalu. Wajahnya menyiratkan bahwa.... ia kesepian.
Hampa. Kosong. Ia merasa sangat emosional saat ia sedang kesepian. Seakan-akan tidak ada seorang pun yang mau menemaninya untuk sekedar berbincang hal ringan. Ia merasa dunia menjauhinya. Dunianya gelap. Hampa. Kosong. Tidak terlihat suatu titik terang.
Ia merasa, cahaya kebahagiaan hidupnya telah pudar dan sirna.

"Perasaan apa yang paling menyedihkan dari dikecewakan dan dikhianati? Adalah ditinggal sendiri. Dibiarkan kesepian. Dan akhirnya mati sia-sia. Tapi sungguh, Tuhan tidak menciptakan manusia hanya untuk hidup sia-sia. Perasaan yang kuat saat ditinggal bersama kesepian, hingga mampu meneteskan airmata seorang jendral macam Adolf Hitler. Tidak ada orang yang bersedia ditinggal sendirian bersama kesepian. Perasaan kesepian akan membunuh dengan kejam, lebih dari apapun. Kesepian akan membuat kulitmu semakin cepat menua, semakin cepat membuat hatimu rusak. Ia akan membunuhmu perlahan. Lalu, apa yang Tuhan lakukan? Ia hanya membantumu bangkit lagi entah untuk keberapa kali meski pada akhirnya kamu tahu kamu akan jatuh lagi setelahnya. Kesepian itu kejam."

Begitulah yang ia tulis di buku harian berwarna cokelat tua. Ia menuliskannya dihalaman terakhir. Halaman-halaman sebelumnya terlihat begitu banyak tulisan penuh emosional dan beberapa lingkaran air masih terlihat disana. Mungkin lingkaran air matanya yang terjatuh, atau mungkin lingkaran air hujan yang dingin. Entahlah.
Kesepian  akan membunuh perlahan. Apakah tega meninggalkan seseorang dalam kesepian?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar