Pages

Minggu, 12 Mei 2013

Pagiku dan Aku Muram

- Day 1
Hai pagi! Kau terlambat bangun? Dua jam yang lalu ku pikir masih pukul 5 karena hari masih gelap. Ternyata kau terlambat bangun.
Kau tahu, wajahmu hari ini tidak seperti biasanya. Biasanya Wajahmu cerah seperti wajahnya. Iya kan? Mengapa wajahmu hari ini seperti aku? Wajahku sedang muram. Kau tahu kenapa? Aku terlalu berat memikul rindu. Haha lucu ya? Iya. Aku tahu kau sudah bosan dengan cerita-cerita cinta manusia. Namun yah, jika aku boleh bercerita aku pun sedang mengalami hal-hal yang kau benci.

Lalu, kenapa wajahmu muram? Apakah kau rindu pada sesuatu seperti aku rindu pada seseorang? Jujur sajalah. Aku bisa dipercaya. Tapi aku pernah mendengar dari sekumpulan burung yang pulang di sore hari, katanya kau akhir-akhir ini muram karena senja lebih suka dengan malam. Benarkah? Jadi...... perasaanmu hanya muncul satu sisi? Aku paham. Aku pun merasakannya. Perasaan yang muncul satu sisi. Apakah itu menyakitkan untukmu? Kalau untukku memang pada awalnya amat menyakitkan. Namun jika sudah terbiasa, maksudku kau sudah memahaminya, tidak begitu buruk. Kau mau tahu siapa? Ya jelas saja dia. Kau tahu pasti, bukan? Namun kini aku tidak lagi mempedulikan perasaan satu sisi itu. Kenapa? Aku sudah lelah. Aku hanya ingin bahagia. Sedikit saja. Tentu saja dia yang membuatnya begitu. Apa aku terlalu muluk-muluk? Aku rasa sedikit. Biarlah. Aku sudah tidak peduli.
Oh ya, aku ingin berterima kasih. Aku merasa tidak sendirian yang sedang muram. Hehe.


- Day 2
Hei pagi! Mengapa wajahmu masih muram sepertiku? Ada apa? Aku hanya merasa aneh jika wajahmu seperti itu. Bukankan matahari setia? Maksudku, dia adalah temanmu yang paling baik, bukan? Dia juga memperkenalkanmu pada senja. Ya kan?
Aku bosan bercerita. Apalagi bercerita tentang dia. Aku sedang tidak bersemangat. Wajahku masih muram. Kau tahu alasannya, kan?
Aku ada disini, bersamamu. Kita sama. Jangan terlalu bersedih. Kau akan terbiasa nanti. Lagipula, masih ada matahari kan yang selalu menjadi sahabatmu? Aku juga akan seperti matahari. Matahari yang menyinari semuanya, baik yang aku suka dan tidak suka. ;) sampai nanti!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar