Pages

Sabtu, 11 Mei 2013

Surat untukmu.

- Day 1 -
"Apa kabar hari ini? Ku harap kau baik-baik saja. Bagaimana tour-nya? Menyenangkan? Ku harap begitu, agar otakmu sedikit fresh saat kembali pada aktivitas harianmu. Jangan lupa jaga kesehatan. Jangan memaksakann diri jika lelah. Istirahatlah. Kau bukan robot. Kau manusia. Maaf jika aku berubah menjadi cerewet. Aku selalu begini jika sedang khawatir dan kurang tenang. Ya, aku mengkhawatirkanmu. Kau memang bukan anak kecil, namun sungguh aku mengkhawatirkanmu. Kau tahu hari ini pikiranku kalut. Entah kenapa aku tak mengerti. Aku merasa kosong nan hampa. Aku lebih banyak melamun. Kau tahu mengapa? Mungkin karena jarak ratusan bahkan ribuan kilometer yang membuat kau begitu jauh. Lalu saat memasak makan malam, mataku memanas dan disudutnya terjatuh sebuah bongkahan air yang begitu kecil. Beberapa kali bongkahan kecil itu jatuh.

Haha namun aku senang jika mendengarmu dalam keadaan sehat wal'afiyat. Ternyata perasaanku salah besar.
Jaga dirimu baik-baik, ya. Aku rindu."


- Day 2 -
"Hallo. Kuharap kau tak bosan menerima surat dariku. Aku tak tahu harus mengirimnya pada siapa lagi, hanya namamu yang terlintas setiap waktu. Hehe maaf jika surat ini mengganggumu. Oh ya, aku sudah baikan. Keadaan hati aku. Alhamdulillah tidak semerawut seperti kemarin-kemarin. Mungkin karena kau sedikit mengerti setelah menerima surat pertama. Ku harap kau tak marah karena aku mengirim surat untukmu.
Oh ya, kau harus cepat pulang! Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Bagaimana? Anggap saja aku balas budi.
Sekali lagi, jaga kesehatanmu dengan benar. Ingat KAU BUKAN ROBOT!
Aku rindu. Sampai nanti."


- Day 3 -
"Tadinya aku malu mengirimkan lagi surat ini. Lebih tepatnya aku gengsi terus mengirimimu surat. Belum tentu kau baca sampai selesai, bukan? Namun aku tidak bisa lagi menahannya. Rindu ini terlalu berat untuk aku pikul sendiri, berharap kau mau membantuku memikul ini semua.
Aku tahu setiap suratku tak pernah kau balas. Jika dibalas, hanya kartu pos yang dibaliknya berisi satu sampai dua kalimat darimu. Itu pun terdengar datar saja. Tidak apa. Aku masih bersyukur sekali. Nanti kau akan bawakan apa untukku dari sana? Hihi. Nanti akan aku balas kartu posmu.
Aku tahu mungkin kau bosan membaca suratku. Rasanya seperti ingin merobeknya, bukan? Aku tahu. Silahkan saja jika ingin kau robek. Aku tak masalah. Namun setidaknya menulis surat ini untumu membuat beban dihati sedikit terkurangi. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika aku mengganggu waktumu. Salam rindu."


- Day 4 -
"Aku tahu surat yang kutulis ini lebih semacam sampah di matamu. Sungguh kotor. Tapi tak apa, aku paham. Silahkan kau masukan ke dalam bak sampah. Namun kau tahu aku tak akan berhenti mengirimnya sampai kau membalas dan mengerti. Ya.
Aku hanya ingin sedikit menumpahkan rinduku yg terlalu besar. Maaf. Maaf aku sudah amat lancang sekali. Sekali lagi, aku menyayangimu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar