Pages

Jumat, 21 Juni 2013

Rindu Berdarah

Diatas meja ini mungkin kita sedang bertaruh luka yang pedih
Menyemai rindu penuh darah dan nanah
Membasuh luka namun tersenyum lirih
Di atas sana
Bulan tampak ketakutan
Semesta mengulas warna hitam pekat
Hingga membuat bintang meredup perlahan tertelan hitam nan pekat
Seperti aku yang ketakutan
Banyak ketakutan disana, di dadaku
Hingga akhirnya rasaku tertelan waktu
Waktu yang kian hari kian menghitamkan segalanya
Membuat segalanya gelap
Disini akan ada selalu rindu yang berdarah
Seperti luka yang tak akan pernah terobati
Rasa sakit yang menguap dari sana saat kita bertaruh luka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar