Pages

Rabu, 31 Juli 2013

Book Review: London by Windry Ramadhina

Salam.

Halo! Berjumpa lagi! Haha baiklah baiklah. Apa kabar? Semoga masih sehat-sehat saja. Saya? Alhamdulillah masih sehat walaupun kemarin sempat kurang enak badan gara-gara jadwal tidur, makan, aktifitas dan istirahat berantakan. Pfft.

Baiklah. Sesuai janji saya pada postingan sebelumnya, saya mau memberikan review alias ulasan dari novel yang minggu kemarin saya beli dan sudah tamat dibaca. :D
Mau tau? Simak!

London: Angel by Windry Ramadhina

Yap! Buku berjudul ini berjudul London karya Windry Ramadhina terbitan GagasMedia Publisher baru saja keluar bulan Juli 2013. Buku ini merupakan seri atau bagian dari proyek Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) oleh GagasMedia dan Bukune.

Menceritakan seorang lelaki berusia 26 tahun bernama Gilang, yang merupakan penulis novel roman sekaligus karyawan disalahsatu perusahaan di Jakarta.
Gilang mempunyai sahabat seorang wanita yang bernama Ning, pecinta seni rupa (lukisan dan patung). Mereka bersahabat sudah puluhan tahun. Dan Gilang baru menyadari satu hal bahwa sudah 6 tahun terakhir ia mencintai Ning yang kini sudah 4 tahun tinggal di negara sepak bola, Inggris, tepatnya di kota London demi meraih cita-citanya, sekolah dan bekerja untuk hal-hal yang berbau seni.


Gilang suka bercerita kepada teman-teman dekatnya mengenai Ning dan betapa ia mencintai dan merindukan Ning sedari dulu. Hingga suatu malam di Pub di bilangan kota Jakarta, Gilang mengatakan akan menyusul Ning ke London dan menyatakan cintanya yang selama ini ia pendam. Sebagai catatan, Gilang saat itu sedang mabuk berat dengan teman-temannya.

2 bulan kemudian tiba saatnya Gilang harus berangkat ke London dan segalanya telah ia persiapkan; penginapan di London, alamat rumah kost Ning, beberapa uang pounsterling, tiket pesawat pulang-pergi. Segala persiapan kepergian Gilang tidak luput dari bantuan teman-temannya.

Setiba di London, Gilang langsung menyusul ke rumah kost gadisnya tersebut, namun hasilnya nihil, gadis itu telah tidak pulang selama tiga hari berdasarkan kesaksian tetangganya. Akhirnya ia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar sekitar kota London. Di Southbank, seorang gadis muncul disampingnya, menawari Gilang berbagi payung merah saat hujan turun dan mengajaknya melihat seluruh kota London melalui naik London Eye, kincir raksasa kebanggaan London.

Goldilocks, itulah sebutan Gilang untuk gadis misterius yang ia temui di Southbank dan menawarkan berbagi payung bersama saat hujan. Misterius? Ya, ia adalah gadis misterius, selalu muncul secara tiba-tiba saat hujan turun dan menghilang secepat kilat tanpa jejak saat hujan berhenti.

Apakah Gilang dapat bertemu dengan Ning untuk menyatakan cintanya? Atau ia justru terjebak dalam permainan Goldilocks yang dapat muncul tiba-tiba saat hujan dan menghilang secepat kilat saat hujan reda?

Kisah ini menarik, menurut saya. Disini akan banyak ditemui pengetahuan sastra dan seni. Penulisnya dapat menjelaskan cukup rinci tentang hal-hal berbau sastra dan seni yang disukai oleh tokoh-tokohnya. Walaupun menurut saya, penulisnya terlalu detail menjelaskan sastra dan seni dalam buku ini sehingga orang yang membaca yang mungkin tidak paham dan tidak tahu apa-apa mengenai sastra dan atau seni menjadi bosan dan malas.

Oh ya, satu lagi. Saya seneng banget pas buka bukunya. Hehe kenapa? Dapet bonus postcard London! Duh seneng banget. Hihi lucu postcard-nya. Coba mampir ke akun instagram saya disini hehe saya sempat foto-foto sedikit postcard-nya. :3

Penilaian saya untuk buku ini 3.75/5 :D
Tertarik membeli dan membaca? ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar