Pages

Rabu, 03 Desember 2014

Romantis Itu.....

"Romantis itu bukan ia yang datang membawakanmu bunga tiap berkencan. Romantis itu bukan ia yang setiap hari menuliskan puisi cinta untukmu dan mengatakannya sepanjang hari di telingamu. Namun romantis itu adalah, saat kamu bisa selalu ada untuknya dalam keadaan apapun, saat kamu menerima ia apa adanya tanpa merasa terbebani, saat kamu bisa melakukan segala hal yang terbaik hanya untuknya, dan saat kamu bisa membuatnya tertawa akan hal yang kecil nan sepele."

- R.A.P, 20th, Mahasiswa Semester Akhir.

"Aku belum pernah menjalin hubungan dengan pria yang romantis. Sehingga aku tidak tahu apa itu romantis. Namun, aku tersadar satu hal, romantis itu bukan sekedar kata-kata. Romantis itu suatu tindakan. Romantis itu selalu ada dalam keadaan apapun. Romantis tidak bisa dituntut, karena romantis adalah tindakan refleks seseorang."

- N.H, 19th, Mahasiswa (mendekati) Tingkat Akhir.


Aku ingat, pada petang itu kita berbincang mengenai 'Romantis' itu sebenarnya. Saat tubuhku bahkan untuk berdiri saja harus berusaha setengah mati, belum lagi kepala ini minta dilepas dulu saking sakitnya. Kamu, mengajakku berbincang mengenai "apa sih romantis itu?".

Aku ingat saat kamu memapahku, membantuku untuk bangun dari pembaringanku selama berhari-hari. Bisa kamu bayangkan, untuk bangun saja aku harus susah payah menahan sakit yang menggrogoriku waktu itu. Kamu pasti ingat, saat aku menangis menahan sakit kala itu. Kamu menyediakan bahumu untukku, ya, untukku.

Kamu, tidak sungkan untuk di dekatku, meskipun aku sudah tidak wangi dan rambutku berantakan seperti gelandangan pasar. Dan kamu, tidak keberatan dengan hal itu. Kamu, tidak pernah peduli seberapa deras hujan yang mengguyur diluar. Kamu, selalu menemaniku di saat-saat aku merasa tidak berarti, saat aku merasa diriku hanya sampah, saat aku merasa sendiri hingga tidak ada yang bisa kulakukan selain berbaring.


Lalu kita berbicara mengenai keromantisan.

"Aku sih nggak romantis. Jangankan untuk puisi, bunga pun hanya kuberi satu kali. Aku ingin memberimu bunga namun aku selalu lupa. Mungkin aku memang bukan orang yang romantis."

Itu jawabmu.

"Tapi, kalo kata aku sih romantis itu yang bisa selalu ada buatmu. Meskipun raganya jauh darimu, namun ia memikirkanmu. Ia di hatimu, dan menemanimu meskipun tidak secara langsung."

Itu katamu.

Kamu telah menunjukan dirimu sebenarnya. Kamu menunjukan apa adanya dirimu. Kamu menunjukan keromantisanmu. Buatku, itu cukup. :)



Senin, 27 Oktober 2014

Happy 1st Anniversary Speech

365 Hari.

8760 Jam.

Tidak ada yang menyangka bukan waktu bisa membawamu pada perjalanan yang sangat panjang dan jauh? Yang pada akhirnya kamu sendiri tidak tahu pasti kemana akhirnya bermuara. Tidak ada pula yang berpikir bahwa selama 365 hari atau 8760 jam adalah waktu yang singkat.

365 Hari.

8760 Jam.

Selama itu, kau tahu, kita telah menghabiskan berpuluh-puluh (bahkan lebih) gelas minuman dalam atmosfer yang kita ciptakan. Selama itu pula banyak yang terjadi antara kita.

365 Hari.

8760 Jam.

Terima kasih untuk satu tahun yang indah; satu tahun penuh suka dan duka, satu tahun penuh canda tawa serta tangis.


Berjanjilah untuk selalu berada bersamaku baik suka maupun duka.
Berjanjilah bahwa kita bisa melewati semuanya.
Berjanjilah bahwa kita bisa bertahan hingga 1000 tahun nanti.
Berjanjilah kita terus berusaha untuk bersama saling menggenggam tangan kala badai itu menerpa.
Berjanjilah untuk saling menopang beban satu sama lain. Bebanmu menjadi bebanku, bebanku menjadi bebanmu.
Berjanjilah bahwa kita akan saling dan terus berbagi apapun itu.
Berjanjilah bahwa hanya kamu di hatiku dan aku di hatimu. 




Ya, aku berjanji.








Happy 1st Anniversary.
Love you.




 

Kamis, 25 September 2014

Untuk Kamu yang (masih) Menggenggam Tanganku

Waktu itu memang misteri, ya.

Tahun lalu orang-orang sekitar masih ada di sekitarmu, namun tahun ini mereka menghilang. Rupanya waktu yang membawa mereka menghilang, pergi entah kemana.

Tahun lalu mereka yang mencintaimu masih mengisi hari-hari, tahun ini semuanya seakan sepi. Rupanya waktu yang mengosongkan seluruh isi dari harimu dan membuatnya usang lalu ia telan.

Tahun lalu mereka masih setia disampingmu, tahun ini mereka seakan berjarak 1000 kilometer dari tempatmu. Rupanya waktu yang menbuatnya berjarak begitu jauh darimu.


Kamu hanya seorang manusia yang kehilangan; merasa kehilangan kasih dan kehangatan.
Dan kamu pun tahu, tidak ada satu manusia pun yang siap kehilangan; terlebih yang terkasih, yang membuatmu merasa feels like home.

Kamu tidak akan benar-benar merasa kehilangan jika kamu belum pernah merasa kehilangan. Kehilangan apapun itu.

Saat waktu membawamu pada perasaan kehilangan, sungguh kamu tidak bisa menolaknya dan kamu terlalu rapuh untuk mencengahnya sebelum terjadi.

Sama halnya aku. Aku hanya manusia yang merasa kehilangan. Kini aku hanya memeluk sembari menjaga apa yang masih ada untukku. Berusaha mensyukuri segala apa yang masih aku punya.

Mungkin kehilangan membuatmu merasa sendirian, merasa bahwa hanya dirimu yang masih memeluk sisa-sisa kepingan yang masih kamu punya. Iya, kamu memang akan begitu.

Namun, you have to look around you. Mungkin masih ada yang mau menggenggam tanganmu dan akan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja bahwa ia akan membantumu menjaga apa yang masih ada untukmu apa yang masih kamu punya. Ia akan menghapus air matamu saatnya terjatuh dengan telapak tangannya yang terbuka.

Iya, aku pernah merasa kehilangan. Dan seseorang itu memang ada untukku, seseorang yang masih aku punya. Ia membantuku memeluk sisa-sisa kepingan harapan yang masih aku punya. Ia menggenggam tanganku dan ia berkata bahwa Tuhan dan cintanya lebih besar dari kehilanganku, lebih ramai dan menyenangkan dari kesepianku, dan lebih kuat dari rasa takutku.


Iya, Rifaldy. Terima kasih. Kamu terbaik. Kamu terhebat. Kamu tersabar. Kamu terindah. Kamu terkuat. Kamu adalah orang yang menggenggam tanganku saat yang lain tidak akan pernah melakukannya.

Aku mencintaimu. 


Ini untukmu. Untuk kita. Untuk perjalanan kita. Dan untuk masa depan kita. :)

Senin, 16 Juni 2014

Yuk Mengenal Introvert!

Semakin dewasa kita, semakin kita lebih sering bertemu dengan orang-orang baru. Yap. Saat beranjak dewasa kita dituntut untuk bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Banyak orang-orang yang kita temui memiliki karakter yang berbeda-beda. Coba saja tengok sekitarmu, dalam lingkup kecilnya di sekolah, di kampus, atau di kelas. Masing-masing orang di lingkunganmu memiliki karakter yang berbeda-beda. 

Mungkin kalian pernah mendengar kata 'Introvert'? Kalian tahu apa itu?
Baiklah saya disini akan mencoba menganalisa mengenai introvert.


Di kutip dari berbagai sumber, kesimpulannya; Introvert adalah suatu kepribadian dimana seorang introvert memiliki kepribadian yang dalam serta fokus akan satu hal. Kebanyakan dari mereka adalah pribadi yang tertutup, dan cenderung mengesampingkan dunia sosial yang menurutnya terlalu abstrak.
Mereka lebih sering mendengarkan, menganalisa, dan berpikir fokus pada satu hal. Mereka baik dalam mengerjakan pekerjaan single tasking, dibandingkan multi tasking.
Orang introvert tidak suka berbicara. Faktanya? SALAH. Jika di depan umum atau depan banyak orang, mereka hanya berbicara seperlunya. Seperti halnya jika di kelas, ia akan berbicara ketika guru atau dosen menyuruhnya berbicara atau memberikan pendapat atau menjawab pertanyaan yang ada. Jika tidak, ia tidak akan berbicara. Ia lebih sering menyimak dan mendengarkan.
Seorang introvert sebenarnya suka berbicara, namun mereka hanya berbicara santai, ringan, dan mendalam hanya kepada orang-orang tertentu, orang yang sudah bisa ia percaya, orang yang membuatnya merasa nyaman. Bahkan seorang intovert cenderung dapat berbicara panjang lebar jika ia sudah merasa nyaman dengan seseorang. 
Orang introvert tidak memiliki teman. Faktanya? SALAH. Pada fakta di lapangan, mereka memiliki teman-teman, walaupun tidak banyak. Yang mereka utamakan adalah kulitas, bukan kuantitas (jumlahnya). Jika Anda merupakan teman baik atau bahkan sahabat dari seorang introvert, beruntunglah anda. Kenapa? Karena mereka pasti akan lebih sering berbicara pada anda dibandingkan dengan orang lain yang tidak begitu dikenalnya. Seorang introvert justru memiliki perasaan mendalam pada teman yang membuatnya nyaman. Mereka akan menjalin kominikasi yang baik dengan orang tersebut.
Orang introvert tidak suka ke dunia luar. Faktanya? SALAH. Mereka memang tidak begitu menyukai dunia luar yang terlalu banyak orang atau mereka tidak suka berkerumun di tengah keramaian. Mereka senang pergi ke luar rumah ke tempat-tempat menyenangkan dan menenangkan pikiran mereka. Seperti pergi ke alam bebas; pegununggan, gunung, bukit, pantai, ataupun kedai kopi yang menenangkan pikirannya. Tentunya bersama teman baik dan terdekatnya.
Orang intovert merupakan orang yang anti-sosial. Faktanya? SALAH. Mereka sebenarnya berperasaan peka pada kondisi sekitarnya, namun tidak ingin menunjukannya. Mereka cenderung bersosialisasi apa adanya dan sebenarnya tidak benar-benar menutup diri mereka dari pergaulan luas. Mereka hanya lebih suka hal yang fokus dan pasti, dan menurut mereka pergaulan luas sosial adalah hal yang abstrak, bahkan terlalu abstrak bagi mereka untuk terjebur di dalamnya.

Orang introvert merupakan seorang pemikir. BENAR. Sebagaian besar mereka menyukai berpikir dan berdiskusi bersama diri mereka sendiri namun masih tetap melihat hal dari berbagai sudut. Mereka menganalisa hal-hal yang di tangkapnya.

Orang introvert lebih suka mengekspresikan dirinya melalui berbagai media. BENAR. Mungkin mereka tidak pandai berbicara di depan banyak orang, mungkin hanya sedikit orang yang tahu apa yang sebenarnya orang introvert ini rasakan dan pikirkan, namun mereka juga manusia, yang butuh berbagi. Mereka menuangkan apa yang mereka rasakan dan mereka pikirkan melalui berbagai media, misalnya membuat lagu, menulis cerita, melukis, menyibukan diri dengan satu hal pokok, mereka bernyanyi, memasak, dan lain-lain. Di kepalanya, terjadi keriuhan yang disebabkan oleh perasaannya dan apa yang sedang dipikirkannya. Mereka cenderung suka merimajinasi, dan kreatif.
Tokoh-tokoh seperti Emma Watson, J.K. Rowling, Bill Gates, Julia Roberts, Nicole Kidman, Albert Einstein, Michael Jordan, merupakan beberapa tokoh yang memiliki kepribadian introvert. Mereka mampu mengekspresikan diri mereka melalui jalur mereka masing-masing, dan satu hal yang penting adalah FOKUS.
Kepribadian seseorang memanglah hal yang rumit untuk di ketahui, namun dengan mengenal kepribadian seseorang kita jadi lebih bisa menghargai, menghormati, dan mengerti karakter mereka secara detail. 
 Regards,
Nurul Hadiyani





ps: created by Nurul Hadiyani, and I am an introvert.

Kamis, 12 Juni 2014

Tentang Penerimaan

Banyak orang berkata, "Aku mencintaimu setulus hatiku." atau, "Aku cinta kamu." pada pasangan mereka. Terkadang saya bertanya dalam hati, apa mereka benar-benar tahu apa cinta itu sendiri? Apa mereka benar-benar merasakan cinta itu benar-benar tumbuh dalam hati mereka?
Saya sendiri belum benar-benar menemukan arti cinta sesungguhnya itu seperti apa. Mungkin usia saya masih terlalu muda, atau memang saya yang kurang pengalaman. Saya lebih suka mengartikan atau menyederhakan kata cinta menjadi sayang.

"Cinta itu anugerah. Cinta itu tentang kasih sayang; kamu akan peduli pada orang yang kamu sayangi apapun yang terjadi. Dan cinta itu tentang kepercayaan, pengertian, dan penerimaan. Kamu percaya padanya karena kamu tahu, cinta yang kamu punya bukan cinta yang egois dan kekanak-kanakan. Kamu mengerti dia karena kamu tahu, dia mempunyai kehidupan lainnya namun dia hanya mencintaimu. Kamu menerimanya, menerima segala kekurangan dan kelebihannya, segala hal terbaiknya hingga terburuknya. Dan untuk mencintai, kamu harus memiliki komitmen dan konsekuensi yang ada. Kuncinya? Sabar."











Lalu bagaimana dengan hubungan yang telah dijalani?

Bagi saya, pada hubungan yang telah saya jalani; saya mencintainya. Sesederhana saya mencintainya dan dia mencintai saya, buat saya sudah cukup. Bersama kami membuat komitmen walaupun kami tahu jalan di depan tidak akan semakin mudah, itu sudah menjadi konsukuensi kami. Saat itu, saat bertemu dengannya pertama kali saya hanya berucap dalam hati, "Tuhan, jika saya bisa berjalan bersamanya mengahadapi hidup kami, saya rasa saya akan mencintainya dengan cinta yang baik dan sederhana." dan Dia memang Maha Pendengar, Dia membiarkan saya berjalan bersama pasangan saya sekarang, dan setelah sekian lama saya baru menyadari bahwa Tuhan memberikan saya cinta yang baik dan sederhana untuk mencintainya sedari awal.
Saya menerima kekurangannya dan tidak menganggap hal tersebut sebagai hal yang merugikan. Karena saya tahu, dia hanya seorang manusia biasa, dan jauh sekali dari kata sempurna. Saya mencintai kelebihannya. Karena saya tahu, Tuhan Maha Adil untuk memberikan kekurangan serta kelebihan pada masing-masing umatnya.
Mengapa saya masih bertahan dengannya meskipun banyak sekali kerugian yang saya dapatkan dari kekurangannya? Sesederhana karena saya benar-benar menyayanginya. Dan menurut saya ini merupakan suatu penerimaan saya terhadapnya.

Iya, ini tentang bagaimana memahami dan menerima seseorang yang kita sayangi. Dan menyayanginya apa ada dirinya.

Lalu, bagaimana dengan suatu persahabatan?

About friendship? Still the same. Saya memang tidak memiliki persahabatan yang indah seperti kebanyakan gadis seusia saya. Saya tentu saja mempunyai beberapa teman baik. Tentu saja saya menyayanginya. Saya pun menerima segala kekurangan dan kelebihannya, serta segala hal terbaik dan terburuknya. Apa mereka pernah menyakiti saya? Tentu saja, namun sama halnya seperti menjalani suatu hubungan, tetap bertahan walaupun seseorang yang di sayangi pernah melukai hati. Mengapa bertahan? Hanya karena ada cinta di antara mereka. Saya menerapkan ini pada segala pertemanan saya dengan orang-orang terdekat
Sebutlah salah satu teman baik saya, sebut saja R. Dia adalah lelaki, seorang yang menjadi tempat saya untuk berkeluh kesah tentang hidup dan segala aspek di dalamnya. Ia dengan senang hati mau mendengarkan ocehan saya dari A sampai Z. Begitu juga perlakuan saya padanya; saya selalu menyediakan telinga untuk mendengarkan apa yang ia rasa dan pikirkan tentang hidupnya. Lalu kita bisa berbincang mengenai kehidupan akan datang, kehidupan masa lalu, dan aspek pembicaraan lainnya. Menarik.
Saya hafal kebiasaannya, kekurangannya, serta kelebihannya. Saya menerima kekurangannya sebagai bagian dari dirinya yang saya sayangi sebagai teman baik (atau kalau kamu ingin sebut dia sahabat saya, silahkan. Saya pun menganggapnya begitu). Mengapa saya masih mau berteman baik dengannya walaupun banyak sekali kekurangannya? Karena saya menghargai apa yang terlah kami lalui bersama, saya menyayangi dia seutuhnya (sebagai teman).
Kamu tahu, berapa kali saya ingatkan dia untuk memperbaiki kekurangannya; kurang taat beribadah? Sudah sering kali. Namun saya selalu mendoakannya dan berharap ia segera memperbaiki tersebut. Saya tidak memaksa, hanya mengingatkan. Sesimpel itu saya peduli padanya, karena saya menyanyanginya sebagai seorang teman baik.

Iya, ini tentang bagaimana kamu mengerti dan menerima sahabatmu, mengerti dan menerima kekurangannya.


Jika saya berbuat salah, saya harap mereka mau mengoreksi & mengingatkan kesalahan saya apa dan membantu saya memperbaiki kekurangan yang saya punya. Bukankah itu gunanya manusia sebagai makhluk Tuhan dan sosial?







Regards,

Nurul Hadiyani

Minggu, 08 Juni 2014

My (un)Happy 19th Birthday

Tidak tahu bagaimana mengungkapkannya.
Terlalu munafik untuk bahagia, terlalu menyenangkan untuk merasa sedih.
Saya tidak tahu harus berucap bagaimana, harus merasa bahagia atau sedih. Kalau kau pernah merasakannya, mungkin lebih tepatnya saya merasa senang dan sedih secara bersamaan. Oh ya, merasa kosong dan hampa juga. Perasaan tsb datang secara bersamaan.

Bagaimana bisa?

Ya, saya bisa merasakan semua itu. Saya bisa merasakan bahagia, sedih, kosong, dan hampa dalam waktu yang bersamaan. Saya baru mengalaminya pertama kali dalam hidup saya. Apakah kamu bisa merasakannya juga? Merasakan apa yang saya rasakan? Merasakan hal yang sedemikian mengerikannya?

Perasaan yang seharusnya tidak saya rasakan saat itu.
Saya tidak tahu harus bagaimana. Sudah terlalu jauh dari start awal untuk mundu, namun teralu jauh pula untuk berjalan sampai finish. Saya hanya takut terjebak di sini, di garis yang sama sekali tidak pernah saya inginkan.

Apakah saat momen itu kamu bahagia?

Ya, jelas saja saya bahagia. Melihatnya ada bersama saya, menggenggam tangan saya seolah mengatakan, "semua akan baik-baik saja, kamu bisa melewati harus hingga sampai finish. akan aku temani."
Namun, momen itu, momen dimana seharusnya yang saya rasakan hanya bahagia, alih-alih saya merasa di hampa secara bersamaan.

Saya tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa kekecewaan dalam yang saya alami. Saya tidak tahu bagaimana bisa perasaan kosong dan hampa tiba-tiba datang saat itu.

Namun saya hanya ingin berterima kasih telah mengingat hari dimana saya dilahirkan oleh seorang wanita, untuk kejutan yang sudah dibuat yang saya sama sekali tidak terkejut sedikitpun, dan untuk semuanya.

Sekarang saya sendiri tidak tahu bagaimana caranya mengatakan padamu betapa nano-nano-nya yang saya rasakan.





Terima kasih, Rifaldy. Saya menyayangimu selalu.



ps: Saya lelah berjalan di garis ini.

Senin, 26 Mei 2014

Mengeluh (Lagi & Bersyukur Lagi)

Mengapa keadaan semakin terasa sulit saat mencintaimu semudah aku bernapas?
Mengapa keadaan semakin membuatku ragu dari hari ke hari; ragu bahwa kamulah yang terbaik untukku saat ini dan aku berharap hingga kedepannya nanti?
Mengapa keadaan seakan memisahkan kita? Ia tidak ingin kita bersama, namun hati kita selalu berteguh dan berpegang erat, berusaha untuk terus bersama.

Mengapa?

Aku mencintaimu dengan sederhana. Aku ingin menyayangimu dengan apa adanya diriku untuk dirimu yang apa adanya.
Aku mencintaimu dengan biasa saja di mata mereka. Aku ingin menyayangimu dengan cara paling luar biasa hingga kita bisa bersama sampai kapanpun.

"semakin tinggi pohon, semakin besar angin yang menerpa."

Aku mengerti. Aku mengerti pribahasa itu. Aku merasa semakin kita kuat bergandengan tangan, semakin besar ujian yang harus kita lalui.
Namun, kita tetap bersama kan hingga kapanpun? :')


Aku tahu, aku bukan makhluk sempurna. Tapi aku ingin menyempurnakan kita, dengan cara kita bersama. Aku yakin dengan bersama, kita bisa lebih tangguh dan lebih kuat dari apapun. Aku yakin. 



Aku akan bertahan. Untukmu. Untuk kita. 







Terima kasih sudah 7 bulan terakhir hingga saat ini masih menemaniku,
jadi teman hidupku selamanya, ya?  

Rabu, 21 Mei 2014

"Mungkin sudah saatnya kita memperbaiki apa yang salah dari hubungan kita; dari dirimu dan diriku. Aku berharap masalah ini bukanlah lagi jadi kendala yang berarti untuk kita bersama."


Dari aku yang menyayangimu sepenuh hati,

Nurul Hadiyani :)

Selasa, 20 Mei 2014

Senin, 14 April 2014

Couple Trip!

Assalamu'alaikum!

Hihi selamat malam, visitors! Kebetulan malam ini saya free, walaupun ngga benar-benar free tapi paling tidak saya punya waktu senggang, so, saya sempatkan nulis di blog.
Lama banget ya ngga nulis tentang daily life gitu? Hehe oke oke kali ini saya bakalan nulis daily life. Simple sih, tapi yahh.. Simak sendiri aja deh. :D

Well, tanggal 12 April kemarin saya bersama sang kekasih pergi jalan-jalan menuju gunung! Tabak gunung apa yang ada di sekitar Bandung? Yap! Gunung Tangkuban Perahu. Kami berwisata kesana berdua. Bermodalkan sepeda motor yang dimilikinya, kami berangkat menuju gunung tangkuban perahu. :3
Perjalanan dari asramaku (deket lapangan Gasibu) sekitar pukul 2 siang. Waktu berangkat sih cuaca cerah, ya walaupun ga cerah-cerah banget. Tapi pas sampe di sekitar jalan Cipaganti mulai gerimis.
Gerimis tidak mengurungkan niat kami. Udah janji juga sih hehe.

Rabu, 09 April 2014

Surat untuk Papa

Bandung, 09 April 2014


Dear Papa.

Bagaimana kabarmu, Pa? Semoga sehat selalu.
Papa tahu, hari ini gadis kecilmu mendadak sakit kepala mengingat dirimu yang berada ratusan kilo meter dari tempatku saat ini. Membayangkan sedang apa kau di sana bersama kehidupan barumu yang kuharap membuatmu bahagia dan nyaman, senyaman bersama aku, Aa, dan Mama.

Tahun ini usiamu sudah 47 tahun, 'kan? Aku selalu berharap Papa diberikan kesehatan, sesibuk apapun Papa dengan pekerjaan. Jangan lupakan istirahat. Aku tahu, kau membanting tulang siang-malam hanya untuk semua kewajibanmu dapat kau penuhi. Ya, 'kan, Pa?

Aku mendadak mengingatmu malam ini bersama dengan seorang pria yang amat aku sayangi. Ingin rasanya bercerita tentang dirinya padamu, menceritakan betapa baiknya dia pada putrimu ini. Aku berharap, kau dapat bertemu dengan pria tsb suatu saat nanti.
Dan malam ini mendadak pria tsb melemparku pada ingatan tentangmu, Pa. Beberapa memori menyenangkan bersamamu mendadak terputar kembali di otakku.

Aku ingat sewaktu aku masih anak-anak sekali hingga SMP, aku masih sering menjadikan pahamu sebagai bantal untukku bersantai saat kita sedang bersama di ruang televisi. Lalu saat aku dapat duduk di pangkuanmu. Dan aku ingat sekali saat Papa mengusap-usap kepalaku sesaat sebelum aku pergi ke sekolah, dan Papa selalu bilang, "Belajar yang bener, ya." Aku selalu ingat suaramu saat itu.

Papa tahu, aku ingin mengulang semuanya. Semuanya. Kalau bisa dari sejak aku lahir ke dunia. Dan kalau bisa, aku ingin sekali mencegahmu melangkah keluar rumah jauh sekali seperti saat ini, hingga untuk kembali saja rasanya ada keraguan berat dalam dadamu. Papa tahu, ingin rasanya aku membunuh hal-hal yang membuatmu menjauh dari rumah. Membunuh segala hal dan siapapun yang merusak hangatnya rumah kita.


Aku ingin belajar matematika lagi bersamamu. Aku rindu. Amat. 



Papa selalu memanggilku dengan sebutan apapun sesuka hati. Sekalipun Papa memanggilku dengan nama yang aneh, tapi ajaibnya aku tidak pernah keberatan sedikitpun.



Pa, aku tahu, Papa adalah orang yang baik, pria yang bertanggung jawab. Papa bukan seperti yang mereka katakan. Aku benci saat mereka berkata, "Ayahmu berengsek!" Mereka tidak berhak berkata seperti itu. Ya, aku tahu, Ayahku memang berengsek, lantas kenapa? Iya memang Ayahku meninggalkan kami dirumah ini, lantas kenapa? Yang tahu se-bangsat apa Papa hanya keluargaku.

Mereka tidak tahu apa-apa. Bahkan mereka tidak berhak sekecilpun mengatakanmu seperti itu.


Aku tahu, jauh di lubuk hatimu masih ingin memeluk kami kembali, ya, 'kan, Pa? Jauh di lubuk hatimu masih inginkan kami kembali, ya, 'kan, Pa?


Aku ingin kembali bermanja di pangkuanmu, memelukmu dari belakang, dan membuatmu tertawa setiap hari seperti dulu. Aku ingat sekali kata Mama, "Kalo udah kumpul gini mah pasti kamu sama Papa ribut ketawanya."

Pa, tahun ini usiaku sudah cukup dewasa, 'kan, untuk menentukan sikap mana yang ku pilih? Dan siapa saja orang yang masuk ke kehidupanku?
Pria yang kini bersamaku ini, tidak apa, 'kan, apabila aku bersamanya? Suatu saat aku akan mengenalkannya padamu jika waktunya tiba. Pasti. Dan aku amat berharap Papa mempercayainya, karena aku pun percaya padanya. Aku tahu mungkin berat buatmu memberikan kepercayaan pada pria yang belum kau kenal, namun percayalah, Tuhan dan dia akan menjagaku bersama.

Ijinkan aku tumbuh dewasa, dan tetap menjadi putri kecilmu satu-satunya di dunia ini. 

I Love and Miss You Too, Daddy.





With Love



Nurul Hadiyani






Senin, 07 April 2014

They Don't Know About Us




Sudahkah kamu menutup telingamu, sayang? Tutuplah kedua telingamu dari perkataan mereka yang tidak tahu apa-apa tentang kita. Sama halnya aku, yang menutup telinga dari segala perkataan mereka.

Mereka tidak tahu, 'kan, kita pernah menangis bersama? Diapit senja kota kelahiranmu ini, kau menenggelamkanku dalam pelukanmu dan berharap segala gundahku segera berlalu kemudian berganti dengan senyum tawaku yang seperti biasa?

Mereka tidak tahu, 'kan, kita pernah saling berbeda pendapat dan dengan sekuat tenaga aku melawanmu dalam hal apapun dan kau bersikeras untuk memaksaku akan kehendakmu? Aku ingat sekali saat-saat itu, saat dimana aku ingin berteriak, "KAU TIDAK BOLEH JAUH DARIKU!!" ditelingamu.


Mereka tidak tahu, 'kan, hal-hal apa saja yang pernah kita lakukan bersama; berteriak, berlari, tertawa, bertengkar dan sebagainya.

Mereka tidak tahu, 'kan, bagaimana kau memperlakukan aku dan aku memperlakukanmu. Mereka tidak tahu banyak hal indah dan buruk yang pernah kita lalui bersama. Mereka tidak tahu apa-apa.

Mereka tidak tahu, 'kan, betapa berartinya dirimu untukku dan berartinya aku untukmu? Kau sama sekali tak akan menyamai apapun, meskipun jutaan cincin permata sebagai gantinya untukku. 

Atas semua perbincangan tengah malam kita yang membuat mata kita tetap terjaga dan telinga masih mendengarkan. Kita tidak pernah lelah berbagi.

Kau tahu apa yang mereka tahu tentang kita? Mereka hanya tahu kita bersama. Hanya itu. 
Namun entah mengapa tidak henti-hentinya mereka berkata yang 'bukan' kita. Kau tahu itu, 'kan? Mereka bahkan tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Mereka tidak tahu betapa beratnya aku mempertahankanmu dan membuatmu tetap berada disisiku meski banyak hal indah diluar sana yang berusaha mengganggumu. 

Mereka tidak tahu berapa lama aku menunggu cinta yang seperti ini, yang seindah denganmu. 

Karena mereka tidak tahu tentang kita,
they don't know about us, baby.


Minggu, 30 Maret 2014

To You; Tori Kelly - Dear No One










Dear No One

I like being independent
Not so much of an investment
No one to tell me what to do
I like being by myself
Don’t gotta entertain anybody else
No one to answer to

But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

I don’t really like big crowds
I tend to shut people out
I like my space, yeah
But I’d love to have a soul mate
God will give him to me someday
& I know it’ll be worth the wait

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song 






Dear My Man, thanks for being there for me. You're my present and future someone that I will love till the end of time. I swear to be good to you. I've been waiting for long long time ago to meet someone like you 'cause I believe when the time is right, I will meet you soon. You're worth to wait. Please be my good man forever and I'll be your the only woman. I promise you. I'll stay here by your side no matter what happen and I never change, I always be the same. And I never let you go, never.












ps: I always be right there for you❤

Selasa, 18 Maret 2014

Your Stupidness

Sesungguhnya, orang itu adalah aku..


Apakah kau baru menyadarinya? Menyadari bahwa selama ini yang kau cari ada di balik daun pintumu? Yang kau cari sedang duduk di depan pintumu sambil memeluk kedua lututnya, meraung-raung dalam hati berharap kau mendengarnya.

Apakah kau baru menemukannya? Menemukan yang selama ini kau cari adalah seorang gadis yang selalu ada untukmu kapanpun dan apapun keadaanmu? Seorang gadis yang memberikan waktunya hanya untukmu. Apakah itu tidak berarti untukmu?

"Kebodohanku adalah selalu mencari yang tepat dan ternyata aku melewatkanmu yang nyatanya memang tepat untukku dan selalu ada untukku. Betapa bodohnya aku."

(Kurang lebihnya) Begitu katamu.

Mendengarnya, hatiku merasa tersayat, kau tahu? Aku tidak mengerti harus berapa lama membuatmu berucap begitu dan kini kau berucap demikian.
Kau pasti tahu betul bahwa penyesalan selalu datang terakhir. Apakah ini pidato penyesalanmu terhadapku? Apakah ini kata-kata terakhir yang keluar dari mulutmu mengenai kita? Apakah ini, Ko?

"Kini aku mengerti posisimu dahulu."

(Kurang lebihnya) Begitu katamu lagi.

Apakah itu salam perpisahan untuk yang terakhir kalinya padaku? Ku rasa, ya. Mungkin perpisahan kita perpisahan untuk terakhir kalinya (setelah sekian kali kembali-berpisah), ini yang terakhir kan?

Kau harus tahu bahwa aku kini punya kehidupan lebih baik dari aku yang dulu. Sesederhana ini aku bahagia dengan orang-orang di sekitarku. Dan aku harap, kau pun akan segera menemukan kebahagiaanmu.

At least, kebahagiaan kebersamaan kita (seperti dulu) tidak akan kembali. Tidak akan.



I know, the hardest part of life is saying goodbye. Sooner or later, we will found our each happiness with someone who's worth it. I will, you will. It's not sweetest goodbye, but a bit. Now, it's time to say goodbye. Thank you for everything. Everything.

Selasa, 25 Februari 2014

I Chose You

Kau tahu, sampai sekarang aku masih tidak mengerti mengapa Tuhan membawaku melangkah hingga sejauh ini; membiarkanku melangkah jauh dari rumah puluhan kilometer dari rumah.

Mungkin karena kamu.

Ya, mungkin karena kamu. Tuhan menuntunku melangkah puluhan kilometer dari rumah hingga sampai di sini tentu saja agar kita saling menemukan satu sama lain. Dan dari sekian banyak laki-laki yang pernah kutemui dan yang kukenal, aku memilihmu sebagai tempat aku menitipkan hatiku.
Aku memilihmu sebagai orang yang aku percayai untuk menjagaku, menyayangiku, dan membimbingku ke arah yang lebih baik dari aku sebelumnya.

dari sekian banyak pria, kamu yang paling juara mendapatkan hatiku. dan dari semuanya, kamu yang paling terbaik dan sesuai dengan aku. dan aku merasa beruntung mendapatkan kamu yang baik.

It's simple, because I chose you. Thank you for everything that you have given to me; beautiful love,  almost perfect for me. Thank you for showing me world; high above and down below world. 


Karena kamu telah memilihku, mempercayakanku untuk menjaga hatimu dan menerimamu apa adanya, aku berterima kasih. Semoga kita bisa bersama, selamanya, semoga Tuhan membuat kita tetap bergandengan tangan mengelilingi dunia bersama melewati segala hal yang ada di dunia ini bersama, karena denganmu aku merasa menjadi apa adanya aku dan menjadi apa yang aku inginkan. Terima kasih, sayang.






ps: I love you, Rifaldy 

Sabtu, 15 Februari 2014

When Yours Fits in Mine


Cause the spaces between my fingers are right when yours fits perfectly. Your hand fits in mine, like it's made just for me. I wish it was made just for me.


Aku percaya, jarak antara jari-jemariku cocok dengan jari-jemari tanganmu. Membuat tangan kita merasa nyaman satu sama lain, dan kau tahu aku tidak ingin melepaskannya begitu saja.
Aku percaya pada hal-hal yang membuat setiap pelukan menjadi nyaman adalah karena memang it belongs to there. Karena setiap dari antara kita memiliki pasangannya. Kau tidak pernah sendirian.

Sometimes, I've never loved myself as much as you loved me. There's nothing special on me. But you love me just the way I am, from moon to the back. It's like, "wow, I'm precious thing to you. How lucky I am,"

Aku percaya pada setiap genggamanmu, kau menginginkan aku bersamamu, hanya bersamamu.
Dan aku percaya pada setiap pelukan yang menghangatkan, di sana memang ada sesuatu antara kau dan aku. Kita ingin tetap seperti ini selama yang kita mampu, selamanya selama Tuhan mengijinkan.

Aku memang tidak terbiasa seperti ini, namun, bisakah kita tetap seperti ini; saling bergandengan tangan dan berpelukan selamanya? Aku ingin selamanya, selama Tuhan mengijinkan.

Aku menyayangimu, selalu. 




Bandung, 14 Februari 2014
dengan dua piring makanan dan dua gelas minuman strawberry



Minggu, 02 Februari 2014

"Aku cinta kamu"

Aku ingin mencintai kamu dengan sederhana, se-simple "aku cinta kamu".
Aku ingin dicintai olehmu dengan sederhana, se-simple "aku cinta kamu".
Aku ingin kita bahagia bersama dengan cara sederhana, sayang. Dengan demikian, kita bisa terus bersama dan Tuhan memberi kebahagiaan lebih dan lebih. Amin.
Terima kasih, sayang. Aku cinta kamu.























ps: Jadilah pria yang bisa kubanggakan dan bertanggungjawab. Aku akan disini bersamamu, disampingmu, apapun yang terjadi nanti. Insha Allah. :')