Pages

Senin, 16 Juni 2014

Yuk Mengenal Introvert!

Semakin dewasa kita, semakin kita lebih sering bertemu dengan orang-orang baru. Yap. Saat beranjak dewasa kita dituntut untuk bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Banyak orang-orang yang kita temui memiliki karakter yang berbeda-beda. Coba saja tengok sekitarmu, dalam lingkup kecilnya di sekolah, di kampus, atau di kelas. Masing-masing orang di lingkunganmu memiliki karakter yang berbeda-beda. 

Mungkin kalian pernah mendengar kata 'Introvert'? Kalian tahu apa itu?
Baiklah saya disini akan mencoba menganalisa mengenai introvert.


Di kutip dari berbagai sumber, kesimpulannya; Introvert adalah suatu kepribadian dimana seorang introvert memiliki kepribadian yang dalam serta fokus akan satu hal. Kebanyakan dari mereka adalah pribadi yang tertutup, dan cenderung mengesampingkan dunia sosial yang menurutnya terlalu abstrak.
Mereka lebih sering mendengarkan, menganalisa, dan berpikir fokus pada satu hal. Mereka baik dalam mengerjakan pekerjaan single tasking, dibandingkan multi tasking.
Orang introvert tidak suka berbicara. Faktanya? SALAH. Jika di depan umum atau depan banyak orang, mereka hanya berbicara seperlunya. Seperti halnya jika di kelas, ia akan berbicara ketika guru atau dosen menyuruhnya berbicara atau memberikan pendapat atau menjawab pertanyaan yang ada. Jika tidak, ia tidak akan berbicara. Ia lebih sering menyimak dan mendengarkan.
Seorang introvert sebenarnya suka berbicara, namun mereka hanya berbicara santai, ringan, dan mendalam hanya kepada orang-orang tertentu, orang yang sudah bisa ia percaya, orang yang membuatnya merasa nyaman. Bahkan seorang intovert cenderung dapat berbicara panjang lebar jika ia sudah merasa nyaman dengan seseorang. 
Orang introvert tidak memiliki teman. Faktanya? SALAH. Pada fakta di lapangan, mereka memiliki teman-teman, walaupun tidak banyak. Yang mereka utamakan adalah kulitas, bukan kuantitas (jumlahnya). Jika Anda merupakan teman baik atau bahkan sahabat dari seorang introvert, beruntunglah anda. Kenapa? Karena mereka pasti akan lebih sering berbicara pada anda dibandingkan dengan orang lain yang tidak begitu dikenalnya. Seorang introvert justru memiliki perasaan mendalam pada teman yang membuatnya nyaman. Mereka akan menjalin kominikasi yang baik dengan orang tersebut.
Orang introvert tidak suka ke dunia luar. Faktanya? SALAH. Mereka memang tidak begitu menyukai dunia luar yang terlalu banyak orang atau mereka tidak suka berkerumun di tengah keramaian. Mereka senang pergi ke luar rumah ke tempat-tempat menyenangkan dan menenangkan pikiran mereka. Seperti pergi ke alam bebas; pegununggan, gunung, bukit, pantai, ataupun kedai kopi yang menenangkan pikirannya. Tentunya bersama teman baik dan terdekatnya.
Orang intovert merupakan orang yang anti-sosial. Faktanya? SALAH. Mereka sebenarnya berperasaan peka pada kondisi sekitarnya, namun tidak ingin menunjukannya. Mereka cenderung bersosialisasi apa adanya dan sebenarnya tidak benar-benar menutup diri mereka dari pergaulan luas. Mereka hanya lebih suka hal yang fokus dan pasti, dan menurut mereka pergaulan luas sosial adalah hal yang abstrak, bahkan terlalu abstrak bagi mereka untuk terjebur di dalamnya.

Orang introvert merupakan seorang pemikir. BENAR. Sebagaian besar mereka menyukai berpikir dan berdiskusi bersama diri mereka sendiri namun masih tetap melihat hal dari berbagai sudut. Mereka menganalisa hal-hal yang di tangkapnya.

Orang introvert lebih suka mengekspresikan dirinya melalui berbagai media. BENAR. Mungkin mereka tidak pandai berbicara di depan banyak orang, mungkin hanya sedikit orang yang tahu apa yang sebenarnya orang introvert ini rasakan dan pikirkan, namun mereka juga manusia, yang butuh berbagi. Mereka menuangkan apa yang mereka rasakan dan mereka pikirkan melalui berbagai media, misalnya membuat lagu, menulis cerita, melukis, menyibukan diri dengan satu hal pokok, mereka bernyanyi, memasak, dan lain-lain. Di kepalanya, terjadi keriuhan yang disebabkan oleh perasaannya dan apa yang sedang dipikirkannya. Mereka cenderung suka merimajinasi, dan kreatif.
Tokoh-tokoh seperti Emma Watson, J.K. Rowling, Bill Gates, Julia Roberts, Nicole Kidman, Albert Einstein, Michael Jordan, merupakan beberapa tokoh yang memiliki kepribadian introvert. Mereka mampu mengekspresikan diri mereka melalui jalur mereka masing-masing, dan satu hal yang penting adalah FOKUS.
Kepribadian seseorang memanglah hal yang rumit untuk di ketahui, namun dengan mengenal kepribadian seseorang kita jadi lebih bisa menghargai, menghormati, dan mengerti karakter mereka secara detail. 
 Regards,
Nurul Hadiyani





ps: created by Nurul Hadiyani, and I am an introvert.

Kamis, 12 Juni 2014

Tentang Penerimaan

Banyak orang berkata, "Aku mencintaimu setulus hatiku." atau, "Aku cinta kamu." pada pasangan mereka. Terkadang saya bertanya dalam hati, apa mereka benar-benar tahu apa cinta itu sendiri? Apa mereka benar-benar merasakan cinta itu benar-benar tumbuh dalam hati mereka?
Saya sendiri belum benar-benar menemukan arti cinta sesungguhnya itu seperti apa. Mungkin usia saya masih terlalu muda, atau memang saya yang kurang pengalaman. Saya lebih suka mengartikan atau menyederhakan kata cinta menjadi sayang.

"Cinta itu anugerah. Cinta itu tentang kasih sayang; kamu akan peduli pada orang yang kamu sayangi apapun yang terjadi. Dan cinta itu tentang kepercayaan, pengertian, dan penerimaan. Kamu percaya padanya karena kamu tahu, cinta yang kamu punya bukan cinta yang egois dan kekanak-kanakan. Kamu mengerti dia karena kamu tahu, dia mempunyai kehidupan lainnya namun dia hanya mencintaimu. Kamu menerimanya, menerima segala kekurangan dan kelebihannya, segala hal terbaiknya hingga terburuknya. Dan untuk mencintai, kamu harus memiliki komitmen dan konsekuensi yang ada. Kuncinya? Sabar."











Lalu bagaimana dengan hubungan yang telah dijalani?

Bagi saya, pada hubungan yang telah saya jalani; saya mencintainya. Sesederhana saya mencintainya dan dia mencintai saya, buat saya sudah cukup. Bersama kami membuat komitmen walaupun kami tahu jalan di depan tidak akan semakin mudah, itu sudah menjadi konsukuensi kami. Saat itu, saat bertemu dengannya pertama kali saya hanya berucap dalam hati, "Tuhan, jika saya bisa berjalan bersamanya mengahadapi hidup kami, saya rasa saya akan mencintainya dengan cinta yang baik dan sederhana." dan Dia memang Maha Pendengar, Dia membiarkan saya berjalan bersama pasangan saya sekarang, dan setelah sekian lama saya baru menyadari bahwa Tuhan memberikan saya cinta yang baik dan sederhana untuk mencintainya sedari awal.
Saya menerima kekurangannya dan tidak menganggap hal tersebut sebagai hal yang merugikan. Karena saya tahu, dia hanya seorang manusia biasa, dan jauh sekali dari kata sempurna. Saya mencintai kelebihannya. Karena saya tahu, Tuhan Maha Adil untuk memberikan kekurangan serta kelebihan pada masing-masing umatnya.
Mengapa saya masih bertahan dengannya meskipun banyak sekali kerugian yang saya dapatkan dari kekurangannya? Sesederhana karena saya benar-benar menyayanginya. Dan menurut saya ini merupakan suatu penerimaan saya terhadapnya.

Iya, ini tentang bagaimana memahami dan menerima seseorang yang kita sayangi. Dan menyayanginya apa ada dirinya.

Lalu, bagaimana dengan suatu persahabatan?

About friendship? Still the same. Saya memang tidak memiliki persahabatan yang indah seperti kebanyakan gadis seusia saya. Saya tentu saja mempunyai beberapa teman baik. Tentu saja saya menyayanginya. Saya pun menerima segala kekurangan dan kelebihannya, serta segala hal terbaik dan terburuknya. Apa mereka pernah menyakiti saya? Tentu saja, namun sama halnya seperti menjalani suatu hubungan, tetap bertahan walaupun seseorang yang di sayangi pernah melukai hati. Mengapa bertahan? Hanya karena ada cinta di antara mereka. Saya menerapkan ini pada segala pertemanan saya dengan orang-orang terdekat
Sebutlah salah satu teman baik saya, sebut saja R. Dia adalah lelaki, seorang yang menjadi tempat saya untuk berkeluh kesah tentang hidup dan segala aspek di dalamnya. Ia dengan senang hati mau mendengarkan ocehan saya dari A sampai Z. Begitu juga perlakuan saya padanya; saya selalu menyediakan telinga untuk mendengarkan apa yang ia rasa dan pikirkan tentang hidupnya. Lalu kita bisa berbincang mengenai kehidupan akan datang, kehidupan masa lalu, dan aspek pembicaraan lainnya. Menarik.
Saya hafal kebiasaannya, kekurangannya, serta kelebihannya. Saya menerima kekurangannya sebagai bagian dari dirinya yang saya sayangi sebagai teman baik (atau kalau kamu ingin sebut dia sahabat saya, silahkan. Saya pun menganggapnya begitu). Mengapa saya masih mau berteman baik dengannya walaupun banyak sekali kekurangannya? Karena saya menghargai apa yang terlah kami lalui bersama, saya menyayangi dia seutuhnya (sebagai teman).
Kamu tahu, berapa kali saya ingatkan dia untuk memperbaiki kekurangannya; kurang taat beribadah? Sudah sering kali. Namun saya selalu mendoakannya dan berharap ia segera memperbaiki tersebut. Saya tidak memaksa, hanya mengingatkan. Sesimpel itu saya peduli padanya, karena saya menyanyanginya sebagai seorang teman baik.

Iya, ini tentang bagaimana kamu mengerti dan menerima sahabatmu, mengerti dan menerima kekurangannya.


Jika saya berbuat salah, saya harap mereka mau mengoreksi & mengingatkan kesalahan saya apa dan membantu saya memperbaiki kekurangan yang saya punya. Bukankah itu gunanya manusia sebagai makhluk Tuhan dan sosial?







Regards,

Nurul Hadiyani

Minggu, 08 Juni 2014

My (un)Happy 19th Birthday

Tidak tahu bagaimana mengungkapkannya.
Terlalu munafik untuk bahagia, terlalu menyenangkan untuk merasa sedih.
Saya tidak tahu harus berucap bagaimana, harus merasa bahagia atau sedih. Kalau kau pernah merasakannya, mungkin lebih tepatnya saya merasa senang dan sedih secara bersamaan. Oh ya, merasa kosong dan hampa juga. Perasaan tsb datang secara bersamaan.

Bagaimana bisa?

Ya, saya bisa merasakan semua itu. Saya bisa merasakan bahagia, sedih, kosong, dan hampa dalam waktu yang bersamaan. Saya baru mengalaminya pertama kali dalam hidup saya. Apakah kamu bisa merasakannya juga? Merasakan apa yang saya rasakan? Merasakan hal yang sedemikian mengerikannya?

Perasaan yang seharusnya tidak saya rasakan saat itu.
Saya tidak tahu harus bagaimana. Sudah terlalu jauh dari start awal untuk mundu, namun teralu jauh pula untuk berjalan sampai finish. Saya hanya takut terjebak di sini, di garis yang sama sekali tidak pernah saya inginkan.

Apakah saat momen itu kamu bahagia?

Ya, jelas saja saya bahagia. Melihatnya ada bersama saya, menggenggam tangan saya seolah mengatakan, "semua akan baik-baik saja, kamu bisa melewati harus hingga sampai finish. akan aku temani."
Namun, momen itu, momen dimana seharusnya yang saya rasakan hanya bahagia, alih-alih saya merasa di hampa secara bersamaan.

Saya tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa kekecewaan dalam yang saya alami. Saya tidak tahu bagaimana bisa perasaan kosong dan hampa tiba-tiba datang saat itu.

Namun saya hanya ingin berterima kasih telah mengingat hari dimana saya dilahirkan oleh seorang wanita, untuk kejutan yang sudah dibuat yang saya sama sekali tidak terkejut sedikitpun, dan untuk semuanya.

Sekarang saya sendiri tidak tahu bagaimana caranya mengatakan padamu betapa nano-nano-nya yang saya rasakan.





Terima kasih, Rifaldy. Saya menyayangimu selalu.



ps: Saya lelah berjalan di garis ini.