Pos

Menampilkan postingan dari 2015

Point of View (Talk About People Nowdays)

Kita hidup di jaman dimana orang-orang bebas berpendapat sesuka hati tanpa pedulikan perasaan orang-yang-dijadikan-objek-komentar. Yaaa, that's people nowdays.
Saya pernah berbicang dengan salah seorang teman mengenai berbagai keputusan orang di sekitar. Mungkin saat itu saya memang tidak sadar mengomentari tentang keputusan seseorang yang tidak berbuat apa-apa disaat hidupnya sedang berada (mungkin?) di bawah.

"Aku sih gatau yaa dia kenapa kayak gitu, harusnya dia bisa kali blablablabla..." I said. "Nah kan padahal aku udah saranin dia buat begini begitu tapi tetep aja kan.. Aku sih kasian sama hidup dia blablablabla..." she said.

Saya mungkin orang yang mudah untuk terpengaruh (atau meng-judge, maybe?). Yaa saya tidak menyangkalnya. Setelahnya, terkadang saya teringat pembicaraan tadi dan merasa malu pada diri sendiri. Kenapa tadi saya ngomong begitu ya?

Saya pernah dengar dan lihat di situs berita online tentang seorang lulusan ilmu eksak namun sukes berbisni…

November Rain

Gambar
Sudah beberapa hari ini sejak hari ulang tahunmu berlalu, langit Kota Kembang dipenuhi awan gelap nan pekat. November Rain, they said. Seperti saat ini, langit sedang bersedih. Mungkin ia sedang merindukan seseorang. Entahlah.. Namun, mungkin sedikit-banyaknya perasaan yang ia rasakan sama denganku saat ini; mendung.
Mencintaimu adalah perkara membahagiakanmu. Tidak ada cinta yang tumbuh selain dari kebahagiaan yang tulus. Mencintaimu tidaklah sulit saat dunia kita hanya ada aku dan kamu dan cinta kita. Namun, pernahkah kamu bayangkan bila dunia kita ada orang lain yang mencoba menyelinap masuk tanpa kita sadari? Mungkin kita harus bergenggam tangan satu sama lain dengan eratnya. Mungkin kita harus tetap menjaga hati satu sama lain.

Sedih. Kali ini mungkin aku harus mengakui bahwa aku sangat cemburu padanya yang memiliki cinta (mungkin) lebih besar padamu dibanding cintaku padamu. Kali ini aku benar-benar merasa... cintaku tak lebih besar dari cintanya. Kali ini aku benar-benar meras…

Selamat Ulang Tahun, Sayang..

Gambar
Sabtu, 07 November 2015
Pukul 05:12 pagi tepat aku membuka mata dengan tiba-tiba dan teringat padamu. Kukirimkan pesan singkat padamu, mengucapkan selamat ulang tahun dan semua pengharapanku padamu, tak berspa lama kemudian kamu membalasnya.
Mendengar suaramu sepagi itu membuatku mendadak tidak lagi menghiraukan kantuk yang masih memaksa mata untuk kembali terpejam. Suaramu begitu candu untuk aku dengar, sesekali kamu tertawa kecil. Perbincangan di pagi buta yang menyenangkan. :))
***

Hari itu seperti biasa kita pergi keluar, kemanapun asal bersamamu benar-benar tidak jadi masalah. Dan hari itu aku akan berpakaian sesusi yang kamu inginkan; tampil feminim dengan rok span hitam juga blouse hitam putih. Kamu bilang kamu sangat suka jika aku pakai pakaian tersebut. Pagi itu kamu melihatku dan tersenyum, lalu berkata, "Mau kemana, cantik?" Ah.. Seperti biasa.


Hari itu kita menghabiskan waktu seharian bersama. Seperti biasa aku selalu terpesona melihatmu dengan pakaian serapih it…

Our 24 [Latepost]

Gambar
Sabtu, 24 Oktober 2015
Hari itu seperti biasa kita menghabiskan waktu bersama, menjelajah kota kelahiranmu ini sembari berbagi tawa. Hari itu sesuai yang kamu janjikan, kamu memakai kemeja berwarna biru dengan sneakers favoritmu berwarna putih. Hari itu kamu mengetok pintu kamarku dengan senyum khas yang selalu ingin kulihat seumur hidupku, kemudian menyapa dengan pelukan hangat yang cukup lama.
"Selamat tanggal 24 yang ke-24 ya, sayang.."

Hari itu kita telah menyusun rencana untuk berfoto bersama di salah satu studio foto ternama di kota ini. Mampirlah kita ke salah satu mall pusat kota.
"Wah studio fotonya tutup," ucapku kecewa.
Kamu pun menyarankan untuk pergi ke cabang studio foto itu di mall lain. Baiklah aku iya-kan walau agak ragu karena letaknya belum tahu. Sesampainya disana kamu menggenggam erat tanganku, kita berjalan berkeliling mall tersebut. Kita tertawa. Kita menertawakan banyak hal. Kita bernostalgia, mengingat masa-masa yang pernah kita lewati. Terka…

Dear Nona

Dear You..
Hai. Tulisan ini kutulis untukmu, Nona Yang-Tidak-Ingin-Kusebutkan-Namanya. Apa kabar, Nona? Kuharap kau dalam keadaan sehat.
Kurasa aku tidak perlu memperkenalkan diriku padamu, aku yakin kau telah mengetahuiku lewat dirinya. Mungkin sudah beberapa kali langkahmu terhenti olehku. Aku minta maaf. Sebelumnya aku minta maaf jika dalam tulisan ini ada kata-kata yang menyinggung perasaanmu, terlebih menyakitimu. Sungguh tidak bermaksud seperti itu. Kau tahu pasti mungkin apa yang akan aku katakan dalam tulisan ini. Jadi.. Selamat datang di duniaku.
Aku adalah seorang wanita yang biasa saja, rambutku hitam kemerahan dengan gaya yang standar, kulitku kuning langsat yang tidak begitu menarik, bola mataku besar dengan bibir tebal. Sehari-hari aku memakai kerudung sebagai tanda ketaatanku pada Tuhan-ku, juga menutu aurat-aurat yang dilarang untuk dipertontonkan pada orang lain. Badanku kurus dengan berat sekitar 44-45 kg saja dengan tinggi lebih dari 160 cm. Bisa kau bayangkan betapa ku…

Tentang Ibu dan Segala Cintanya

Gambar
Ibu, Mungkin dia bukan yang pertama tahu saat kamu menangis. Mungkin dia juga bukan yang pertama tahu apa yang sedang kamu rasakan. Namun sesungguhnya dialah yang paling rela mengorbankan apa saja demi melihatmu tersenyum dan hidup dalam kenyamanan.

Ibu, Mungkin dia bukan yang selalu memperhatikanmu seperti saat kamu masih sangat kecil. Mungkin dia juga bukan yang paling mengerti kehidupanmu saat dewasa ini. Namun sesungguhnya, dialah yang selalu ada saat kamu membutuhkannya. Dialah sesungguhnya 'rumah' untukmu pulang dan melepas segala lelah dan penat yang ada.

Ibu, Dia mungkin tidak selalu dapat menjagamu dengan tangannya. Dia juga mungkin tidak selalu dapat menuntunmu dengan tangannya yang mulai keriput. Namun, sesungguhnya dialah yang selalu menjagamu dengan doa-doanya dalam setiap sujudnya. Sesungguhnya dialah yang membisikanmu kebaikan ditelingamu yang terkadang kamu tidak menyadarinya.

Ibu, Dia mungkin menginginkan rumah sederhana penuh kehangatan di dalamnya bersamamu…

Tentang Mencintai Apa Adanya

Apa sih yang dimaksud "Mencintai Apa Adanya"?

Hari itu saat salah satu penyanyi yang sedang digandrungi anak muda (termasuk saya), Tulus, baru saja merilis Video Clip terbarunya untuk lagu berjudul, Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Sebagai Teman Tulus (sebutan penggemar Tulus), saya dengan sigap membuka aplikasi YouTube di ponsel kemudian mengetik 'Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya' pada kolom pencarian. Beberapa detik kemudian layar ponsel berganti halaman video siap putar (kebetulan terputar otomatis) pada Video Clip Tulus tersebut.
Setelah selesai menonton video tersebut, saya mulai terharu. Ya, terharu; melihat betapa kasih sayang seorang wanita dan pria yang amat tulus mampu mengukir senyum bahagia bahkan tawa, meskipun kehidupan mereka berdua amatlah sederhana.
Wanita tersebut mampu bertahan dengan pria yang ia cintai bahkan dalam masa-masa yang tidaklah mudah.
Pria tersebut rela berkorban demi orang-orang terkasihnya, termasuk Sang Wanitanya, sekalipun ia haru…

Kepada Hidup

Hidup semakin dewasa selalu semakin menututmu untuk siap; siap dalam segala situasi dan kondisi, siap untuk susah maupun senang.
Hidup semakin dewasa selalu semakin membuatmu mengerti bahwa perjuangan yang kau kira telah separuh perjalanan, ternyata belum apa-apa.
Hidup tidak akan semakin mudah. Ia akan selalu berusaha menumbangkanmu dengan berbagai cara.

If life doesn't break you today, don't worry, they'll try again tommorow; again and again. 

Mungkin kita selalu berusaha untuk mengikuti alur hidup yang telah Dia takdirkan, namun, bisakah kita membuat alur sendiri sehingga hidup akan mengikuti ritme dan tempo alur yang kita buat?

Semakin dewasa, hidup semakin menuntut banyak hal padamu. Hidup menuntutmu membayar tagihan listrik setiap bulannya, tagihan air bersih setiap bulan, membayar tempat tinggal yang nyaman sebagai tempatmu pulang, hingga gaya hidup yang semakin hari semakin tidak murah. Setelahnya, hidup akan menuntutmu lebih berani mengambil keputusan; seperti men…

Ironic Life

Dear Blogger..
It's so ironic. I have none of people to talk to, but I know why, they're just too busy with their own things and yeah.. maybe I should talk to myself like an idiot or write some shit of my head. No, I have no diary or something like that. That's so old school, but I like the concept. But now I am digitaly writing on this old blog. Same thing.

Sometimes I think, "God, why this shit is happen to me? I don't even know how to solve those problem."
But God never answers the question. Well.. Sometimes I wish I could lose my mind or please just take this soul, I don't wanna live this life like this.
Do you ever feel like there's no one wants to talk to you? Talk about anything inside your head? Do you ever imagine like there's no one wants to even listen to your deepest heart? There's no one wants to try to understand your heart?
And now I'm about to cry, crying a night long and sometimes hoping someone would come and ask, "are yo…

[Review] Make Over Ultra Shine Lipstick in Mocca Toffee

Gambar
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai! Akhirnya saya kembali buat nulis blog hihi setelah sekian lama bingung mau nulis apaan di sini. Tapi kali ini saya pengen nulis review alias ulasan suatu produk. Yes. Check it out!


Make Over Ultra Shine Lipstick Netto: 3,8 gr Produced by PT. Paragon Technology and Innovation IDR 69.000
Jadi, ini adalah Si Kecil favorit saya. HEHEHE. Sebenernya udah lama banget kepengen beli lipstik tapi selalu bingung mau model lipstik kayak apaan, warna apa, merk apa. Tapiiii finally akhirnya aku tadi siang beli lipstik satu ini. THIS IS MY VERY FIRST LIPSTICK, and I Love It! Seriously I'm in love with this little one!
Berhubung ini lipstik pertama saya, mungkin agak heran ya kenapa harganya agak 'pricy'? Karena menurut review yang pernah saya baca, lipstik merk ini paling yahud walaupun produk lokal. Ihiyyy siapa yang enggak ngiler cobaaak?! So simple!
Packaging Sukaak banget kemasannya. Terkesan elegan tapi tetep cantik! Nggak keliatan murahan juga, jadi o…

[Cerpen] All You Had To Do Was Stay

Gambar
"Kamu tahu apa yang membuatku bertahan bersamamu?" Ucapku lirih seraya menghapus air mata yang terjun bebas membasahi pipi.
Pria di ujung telepon itu hanya menghela napas dan sesekali berkata "maaf" yang tiada henti-hentinya.
"Yang membuatku bertahan adalah kamu. Rasa percayaku yang begitu besar padamu. Kalau sudah begini, apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku," suaranya bergetar tak tentu. Aku bisa merasakan kegelisahan yang coba ia sembunyikan dariku. "Aku hanya bisa minta maaf."
Rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya dan menutup telepon. Namun aku tidak sanggup, aku masih terlalu menyayanginya, aku masih menyayangi Harry.
Aku tahu hatiku seketika hancur saat melihat history chat di ponselnya dengan wanita lain yang bernama Amy. Aku tahu mereka telah saling bermesraan via pesan singkat itu. Entahlah aku tidak tahu apakah sikapku ini berlebihan atau wajar. Namun dapat kupastikan bahwa saat itu juga mataku langsung meleleh.
"Aku in…

[Cerpen] Cinta dan Rahasia

"Ne," suara laki-laki yang tidak asing lagi di telingaku; Rafa.
"Iya, Raf?" Hatiku mencelos saat menoleh ke arahnya. Wajahnya yang benar-benar meneduhkan itu mendadak membuat remuk hati secara bersamaan.
"Nggak bisa ya lo nolak scholarship itu? Vina sendirian deh kalo lo ga ada." Lelaki itu menyesap kopinya yang ia beli di kedai kopi. Ia menerawang jauh ke langit petang yang kian menggelap.
Aku hanya tertawa kecil. "Siapa yang bisa menolak kesempatan itu, Raf? Untuk berpikir menolaknya saja nggak kepikiran olehku."
"Ya tapi Vina gimana?"
Rafa terus saja meracau kemungkinan-kemungkinan Vina tidak memiliki teman lagi di kampus karena kehilanganku dan ia akan merindukanku.
"Denger deh, Raf," kali ini aku benar-benar menatap kedua bola matanya yang berwarna cokelat gelap. Bisa kulihat disana ada sisi kesedihan tersembunyi. "Vina bakal baik-baik aja, lo juga bisa kan jagain Vina. Titip dia ya, dia sahabat baik banget dari ja…

Dear Future Husband

Gambar
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai, apa kabar? Ini aku, calon istrimu kelak. Akan ku kenalkan diri terlebih dahulu agar kamu mengenalku lebih dalam..
Aku hanya wanita yang biasa-biasa saja. Tumbuh dewasa bersama Ibu yang bekerja serabutan tidak tentu, dan Ayah yang tidak pernah melihatku tumbuh dewasa menjadi gadis dewasa yang benar-benar berusaha tegar dalam menjalani hidup tanpanya.
Aku hanya wanita yang biasa-biasa saja. Aku terlalu manja untuk menjadi sosok yang benar-benar bijaksana.

Sebenarnya aku tidak tahu apakah aku bisa memasak dengan benar atau tidak. Namun sejak kecil hingga sekarang, aku selalu suka membantu Ibu memasak di dapur. Biasanya ia akan menginstruksikan padaku hal-hal yang harus kulakukan dalam mengolah bumbu dapur. Tentu saja dengan senang hati aku menurutinya. Kebiasaan membantu Ibu memasak sampai sekarang kadang membuatku bingung, "apakah aku bisa memasak?" Pasalnya sangat jarang aku memasak sendiri tanpa Ibu. Pernah beberapa kali memasak tanpanya, …