Pos

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Dear Nona

Dear You..
Hai. Tulisan ini kutulis untukmu, Nona Yang-Tidak-Ingin-Kusebutkan-Namanya. Apa kabar, Nona? Kuharap kau dalam keadaan sehat.
Kurasa aku tidak perlu memperkenalkan diriku padamu, aku yakin kau telah mengetahuiku lewat dirinya. Mungkin sudah beberapa kali langkahmu terhenti olehku. Aku minta maaf. Sebelumnya aku minta maaf jika dalam tulisan ini ada kata-kata yang menyinggung perasaanmu, terlebih menyakitimu. Sungguh tidak bermaksud seperti itu. Kau tahu pasti mungkin apa yang akan aku katakan dalam tulisan ini. Jadi.. Selamat datang di duniaku.
Aku adalah seorang wanita yang biasa saja, rambutku hitam kemerahan dengan gaya yang standar, kulitku kuning langsat yang tidak begitu menarik, bola mataku besar dengan bibir tebal. Sehari-hari aku memakai kerudung sebagai tanda ketaatanku pada Tuhan-ku, juga menutu aurat-aurat yang dilarang untuk dipertontonkan pada orang lain. Badanku kurus dengan berat sekitar 44-45 kg saja dengan tinggi lebih dari 160 cm. Bisa kau bayangkan betapa ku…

Tentang Ibu dan Segala Cintanya

Gambar
Ibu, Mungkin dia bukan yang pertama tahu saat kamu menangis. Mungkin dia juga bukan yang pertama tahu apa yang sedang kamu rasakan. Namun sesungguhnya dialah yang paling rela mengorbankan apa saja demi melihatmu tersenyum dan hidup dalam kenyamanan.

Ibu, Mungkin dia bukan yang selalu memperhatikanmu seperti saat kamu masih sangat kecil. Mungkin dia juga bukan yang paling mengerti kehidupanmu saat dewasa ini. Namun sesungguhnya, dialah yang selalu ada saat kamu membutuhkannya. Dialah sesungguhnya 'rumah' untukmu pulang dan melepas segala lelah dan penat yang ada.

Ibu, Dia mungkin tidak selalu dapat menjagamu dengan tangannya. Dia juga mungkin tidak selalu dapat menuntunmu dengan tangannya yang mulai keriput. Namun, sesungguhnya dialah yang selalu menjagamu dengan doa-doanya dalam setiap sujudnya. Sesungguhnya dialah yang membisikanmu kebaikan ditelingamu yang terkadang kamu tidak menyadarinya.

Ibu, Dia mungkin menginginkan rumah sederhana penuh kehangatan di dalamnya bersamamu…

Tentang Mencintai Apa Adanya

Apa sih yang dimaksud "Mencintai Apa Adanya"?

Hari itu saat salah satu penyanyi yang sedang digandrungi anak muda (termasuk saya), Tulus, baru saja merilis Video Clip terbarunya untuk lagu berjudul, Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Sebagai Teman Tulus (sebutan penggemar Tulus), saya dengan sigap membuka aplikasi YouTube di ponsel kemudian mengetik 'Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya' pada kolom pencarian. Beberapa detik kemudian layar ponsel berganti halaman video siap putar (kebetulan terputar otomatis) pada Video Clip Tulus tersebut.
Setelah selesai menonton video tersebut, saya mulai terharu. Ya, terharu; melihat betapa kasih sayang seorang wanita dan pria yang amat tulus mampu mengukir senyum bahagia bahkan tawa, meskipun kehidupan mereka berdua amatlah sederhana.
Wanita tersebut mampu bertahan dengan pria yang ia cintai bahkan dalam masa-masa yang tidaklah mudah.
Pria tersebut rela berkorban demi orang-orang terkasihnya, termasuk Sang Wanitanya, sekalipun ia haru…

Kepada Hidup

Hidup semakin dewasa selalu semakin menututmu untuk siap; siap dalam segala situasi dan kondisi, siap untuk susah maupun senang.
Hidup semakin dewasa selalu semakin membuatmu mengerti bahwa perjuangan yang kau kira telah separuh perjalanan, ternyata belum apa-apa.
Hidup tidak akan semakin mudah. Ia akan selalu berusaha menumbangkanmu dengan berbagai cara.

If life doesn't break you today, don't worry, they'll try again tommorow; again and again. 

Mungkin kita selalu berusaha untuk mengikuti alur hidup yang telah Dia takdirkan, namun, bisakah kita membuat alur sendiri sehingga hidup akan mengikuti ritme dan tempo alur yang kita buat?

Semakin dewasa, hidup semakin menuntut banyak hal padamu. Hidup menuntutmu membayar tagihan listrik setiap bulannya, tagihan air bersih setiap bulan, membayar tempat tinggal yang nyaman sebagai tempatmu pulang, hingga gaya hidup yang semakin hari semakin tidak murah. Setelahnya, hidup akan menuntutmu lebih berani mengambil keputusan; seperti men…

Ironic Life

Dear Blogger..
It's so ironic. I have none of people to talk to, but I know why, they're just too busy with their own things and yeah.. maybe I should talk to myself like an idiot or write some shit of my head. No, I have no diary or something like that. That's so old school, but I like the concept. But now I am digitaly writing on this old blog. Same thing.

Sometimes I think, "God, why this shit is happen to me? I don't even know how to solve those problem."
But God never answers the question. Well.. Sometimes I wish I could lose my mind or please just take this soul, I don't wanna live this life like this.
Do you ever feel like there's no one wants to talk to you? Talk about anything inside your head? Do you ever imagine like there's no one wants to even listen to your deepest heart? There's no one wants to try to understand your heart?
And now I'm about to cry, crying a night long and sometimes hoping someone would come and ask, "are yo…