Pages

Senin, 12 Oktober 2015

Tentang Mencintai Apa Adanya

Apa sih yang dimaksud "Mencintai Apa Adanya"?


Hari itu saat salah satu penyanyi yang sedang digandrungi anak muda (termasuk saya), Tulus, baru saja merilis Video Clip terbarunya untuk lagu berjudul, Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Sebagai Teman Tulus (sebutan penggemar Tulus), saya dengan sigap membuka aplikasi YouTube di ponsel kemudian mengetik 'Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya' pada kolom pencarian. Beberapa detik kemudian layar ponsel berganti halaman video siap putar (kebetulan terputar otomatis) pada Video Clip Tulus tersebut.

Setelah selesai menonton video tersebut, saya mulai terharu. Ya, terharu; melihat betapa kasih sayang seorang wanita dan pria yang amat tulus mampu mengukir senyum bahagia bahkan tawa, meskipun kehidupan mereka berdua amatlah sederhana.

Wanita tersebut mampu bertahan dengan pria yang ia cintai bahkan dalam masa-masa yang tidaklah mudah.

Pria tersebut rela berkorban demi orang-orang terkasihnya, termasuk Sang Wanitanya, sekalipun ia harus menjalani pekerjaan yang tidaklah mudah.


Sebuah melow-drama yang menyentuh hati. Saya bahkan sampai berulang kali menonton video tersebut demi mengerti perasaan satu sama lain; dari pihak wanita pun pria.


Mencintai bukan hanya sekedar 'mencintai' apa yang ada padanya saat ini dan mulai merangkai masa akan datang. Namun, mencintai harus pula sepaket dengan perasaan menerima dari kedua belah pihak.
Mencintai bukan hanya sekedar 'menerima' apa yang ada padanya dahulu dan sekarang. Namun, mencintai harus pula sepaket dengan kerja keras memperbaiki diri untuk bertahan dalam satu hati yang kekal.

Dirinya di masa lalu hanyalah ada dalam masa lalu.
Kenangannya di masa lalu hanyalah terjadi di masa lalu.
Meskipun ingatan akan selalu tertanam, masa lalu hanyalah akan menjadi masa lalu. Dan masa lalu tidaklah seharusnya berada di masa sekarang, karena kehidupan ini menuntut untuk terus berjalan ke depan, bukan mundur atau berjalan di tempat.


***


Dear Sayang..
Maafkan aku yang terkadang bersikap menyebalkan padamu; membicarakan masa lalumu yang sepatutnya tidak perlu dibicarakan. Maafkan aku yang terkadang belum bisa menerima semua masa lalumu dan kekuranganmu. Maafkan aku yang terkadang belum bisa menerimamu apa adanya dirimu, namun aku berjanji untuk tetap berusaha memberimu motivasi untuk kita lebih baik ke depannya.

Aku tidaklah lebih dari seorang wanita yang ingin dicintai dan mencintai apa adanya.
Kenanganmu bersama orang lain hanya ada dalam ingatan kepalamu, tidak di hatimu. Dan dengan bodohnya aku terkadang membongkar ingatan itu dalam kepalamu.
Cukuplah tidak membawanya dalam kehidupanmu kini bersamaku. Karena aku ingin belajar mencintaimu serta setiap kenangan manis yang terkubur dalam dasar ingatanmu, tanpa perlu membongkarnya kembali.
Sama halnya aku,
Kenanganku bersama sosok lain dahulu hanya ada dalam dasar ingatanku, terkubur rapih dan tidak akan aku pernah membongkarnya kembali.

Kenangan hanyalah kenangan. Tidak untuk disimpan dalam hati, namun tetaplah bersemayam dalam ingatan; sepanjang ingatan kita bertahan.



To love and to be loved are the most precious thing in our life; to love just the way he/she is, to be loved just the way we are. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar