Our 24 [Latepost]

Sabtu, 24 Oktober 2015

Hari itu seperti biasa kita menghabiskan waktu bersama, menjelajah kota kelahiranmu ini sembari berbagi tawa. Hari itu sesuai yang kamu janjikan, kamu memakai kemeja berwarna biru dengan sneakers favoritmu berwarna putih. Hari itu kamu mengetok pintu kamarku dengan senyum khas yang selalu ingin kulihat seumur hidupku, kemudian menyapa dengan pelukan hangat yang cukup lama.

"Selamat tanggal 24 yang ke-24 ya, sayang.."


Hari itu kita telah menyusun rencana untuk berfoto bersama di salah satu studio foto ternama di kota ini. Mampirlah kita ke salah satu mall pusat kota.

"Wah studio fotonya tutup," ucapku kecewa.

Kamu pun menyarankan untuk pergi ke cabang studio foto itu di mall lain. Baiklah aku iya-kan walau agak ragu karena letaknya belum tahu. Sesampainya disana kamu menggenggam erat tanganku, kita berjalan berkeliling mall tersebut. Kita tertawa. Kita menertawakan banyak hal. Kita bernostalgia, mengingat masa-masa yang pernah kita lewati. Terkadang aku pun mengutuk diriku sendiri karena bertindak bodoh padamu. Hahaha.

Mengapa aku memilih untuk berfoto bersama di momen seperti itu? Karena selama kurun waktu kebersamaan kami, kami tidak pernah berfoto di studio foto atau photobooth foto boks kecil. Lucu, ya? :))

Selepas maghrib kamu membawaku ke suatu tempat makan favoritku di bilangan Dago, Bandung. Pasta! Kita memilih untuk makan pasta malam itu dengan dua gelas Lemon Tea yang menjadi minuman favoritku! :)

Kita berbincang berjam-jam menunggu malam semakin larut. Entahlah.. Denganmu, aku tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Sesekali kamu tertawa lepas begitu bahagianya. Denganmu, aku benar-benar tidak merasa sungkan atau enggan untuk menjadi diriku sendiri apa adanya dengan sejujur-jujurnya.

Dua tahun yang telah kita lewati bersama dan masih akan terus berlanjut perjalanan kita sampai selamanya hingga maut memisahkan..
Selama itu pula aku berpikir berkali-kali dan tetap pada keputusan yang sama; aku yakin untuk menjalani hidup bersamamu baik suka-duka perjalanan hidup nanti, aku yakin untuk tumbuh tua bersamamu menghabiskan waktu bersama melakukan kegiatan apapun yang kita suka hingga tua nanti mungkin hanya obrolan yang bisa kita lakukan untuk saling menemani dan memberi cinta.

Bersamamu aku yakin dapat membangun keluarga yang sebenar-benarnya aku impikan selama ini. Sebuah keluarga yang lengkap dan sempurna. Sebuah keluarga impian yang tidak hanya menjadi sekedar impian belaka.
Bersamamu apapun akan ku hadapi, demi dirimu dan semua cinta serta mimpi yang kita ciptakan bersama.

Perlahan namun pasti, aku yakin kita mampu membuat mimpi-mimpi kita menjadi nyata. Meski harus menguras tenaga, hati, dan mungkin air mata.

Satu-satunya orang yang benar-benar kutaruh kepercayaan adalah kamu.
Satu-satunya orang yang benar-benar mampu membuatku senyaman ini adalah kamu.
Satu-satunya orang yang benar-benar mengerti diriku--bahkan saat aku tak mengerti diriku sendiri--adalah kamu.


***


Dear Sayang..
Dua tahun yang mengagumkan! Terimakasih memori yang kamu berikan dan memori yang kita ciptakan bersama.
Diluar sana masih banyak perjalanan yang akan kita lalui bersama, baik suka maupun duka. Aku tidak peduli jika harus menyakiti diriku sendiri untuk bisa bersamamu untuk bisa membahagiakanmu.
Tetaplah saling menguatkan. Tetaplah saling bergenggaman tangan dalam situasi apapun. Tetaplah saling mencintai dan menyayangi. Tetaplah saling mengerti dan menjaga. Tetaplah saling memperjuangkan dan percaya satu sama lain. Karena di depan sana mungkin tidak akan lebih mudah, kuatkan dirimu dan percaya padaku bahwa kita bisa tetap bersama dan saling mencinta sekencang apapun badai menghantam. Aku percaya itu.

Aku bahagia bersamamu. Sungguh.
Aku memiliki segala yang aku butuhkan dan inginkan dalam dirimu.
Aku tak pernah bosan atau lelah untuk mencintai dan membahagiakanmu, sayang.
Dan aku pun tak pernah berhenti berdoa agar kelak aku dan kamu bisa bersama selamanya saling mencinta dan membahagiakan.

Aku mencintaimu, sayang. Amat sangat mencintaimu. Percayalah, tak ada wanita manapun yang cintanya melebihi cintaku padamu.




With Love,



nrlhdyn





Komentar

Popular Posts

hasil penelitian tentang karakter cowok pendiam, created by Nurul Hadiyani

hasil penelitian tentang pergaulan remaja masa kini, created by Nurul Hadiyani

[Review] Make Over Ultra Shine Lipstick in Mocca Toffee