Pages

Selasa, 27 Juni 2017

Bagaimana Bila Tak Ada Lagi "kita"?

Suatu hari suatu hal terlintas dipikiranku. Satu pertanyaan bergelayut dalam kepalaku, "Bagaimana bila tak ada lagi "kita"?"

Menyedihkan.
Itu hal pertama yang terlintas salam kepalaku. Aku takut untuk bahkan memikirkannya.

Aku memang takut akan segala hal yang berbau kehilangan.

Kamu sudah kuanggap sebagai rumah. Tempat dimana aku pulang berbagi keluh kesah dan bahagia setiap hari. Tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus merasa malu akan diriku sendiri. Tempat dimana aku bisa berlindung dari hal-hal mengerikan diluar sana yang membuatku ketakutan.
Kamu memang tak pernah tahu seberapa berartinya kamu untukku.
Kamu memang tak pernah tahu bahwa kamu adalah rumahku, tempat aku berakhir dan memasrahkan diri pada hari-hari di kehidupanku.
Kamu memang tak pernah tahu bahwa kamu adalah tempat aku bisa lari ke arahnya.
Kamu juga tak tahu betapa aku sangat membenci kehilangan.

Senin, 12 Juni 2017

Apa Kabar Kamu Hari Ini?

"Seandainya kita tak pernah bertemu, apa kabar kamu hari ini?"

Dari kotaku ke kotamu, aku menempuh perjalanan 5 jam menggunakan bus umum.

Kita tak pernah tahu kemana takdir membawa kaki ini. Yang aku tahu hanyalah bus ini melaju menuju ke kotamu, ke kota dimana mimpi-mimpiku siap kugantungkan disana, ke kota dimana ada seorang pria disana mungkin sedang menungguku datang. 

Kamu, tahu? Tuhan Maha Baik.

Setiba disana Dia membuatku kecewa akan harapan yang kutanam pada seseorang. Dia membuatku bangun dari harapan palsu, namun Dia menuntunku pada jalan yang lebih baik, Dia sudah siapkan untukku seorang pria yang mungkin sedang menungguku, atau sedang rapuh dari luka-luka.

Lalu akhirnya kita bertemu.


***

(Source: Google)



Selasa, 06 Juni 2017

I Feel Sorry For You

Dibelahan dunia manapun, saya yakin masih ada orang tersenyum bangga melihat hal-hal buruk terjadi pada orang lain. Di dunia ini masih ada orang yang dengan senang hati melihatmu patah walau sebenarnya ia tak pernah mengenalmu sedikitpun sebelumnya. Ia tak pernah berada dalam satu lingkungan denganmu namun ia tiba-tiba tersenyum saat hatimu patah.

Ada orang yang lebih suka berharap juga berdoa (mungkin?) akan adanya kebahagiaan untuk dirinya dan penderitaan pada orang lain, which is ia akan tersenyum meledek diatas penderitaan orang lain. Ia akan dengan bangga berhasil mendapat kesempatan untuk lebih bahagia saat terjadinya hal buruk pada orang lain.

Sama halnya seperti jatuh cinta.

Kita memang tidak pernah bisa mengontrol apa yang kita rasa, apa yang menjadi perasaan kita sebenarnya. Dan memang, perasaan cinta setiap insan yang sedang jatuh cinta tidak salah. Tidak. Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta. 

Jatuh cintalah yang baik, yang mengerti, yang cukup, yang dewasa.

Jatuh cintalah dan berbahagialah tanpa harus berharap atau berdoa hal buruk terjadi pada orang lain.

Jatuh cintalah sebagai wanita yang layak untuk dicintai.