Pages

Senin, 10 Juli 2017

Manusia Kurang Ajar

Kita terkadang hampir nggak pernah menghargai apa yang kita punya sampai hal itu udah nggak kita punya lagi. Kita lupa atau lalai? Atau bahkan dengan sengaja mengabaikannya? Kita terkadang menjadi manusia bodoh yang kurang menghargai sesuatu sedang kita asik tenggelam dalam hingar bingar dunia.

Kenapa sih kita lalai? Kenapa sih kita kurang menghargai sesuatu? Kenapa sih kita sering lupa?
Jawabannya ada pada dirimu sendiri. Coba deh tanya sama diri kamu sendiri, apa kamu sudah menghargai apa yang kamu punya? Apa kamu sudah mengucap syukur untuk itu?

Ya, bersyukur.


*



Heran, ya, manusia itu loh makhluk paling cerdas yang Tuhan ciptakan di muka bumi ini, Tuhan ciptakan mereka dengan bonus punya akal dan hati. See? Tuhan Maha Baik, 'kan?

Tapi banyak dari kita nggak pernah menghargai sesuatu, menghargai apa yang kita punya yang udah Tuhan kasih. Merasanya dengan hati pun agaknya jarang kita lakukan.

Kita seharusnya bisa lebih bersyukur. Kenapa? Karena waktu. Kita nggak bisa putar waktu kembali ke belakang, atau sengaja mempercepat waktu itu sendiri. Nggak ada kuasa satu makhluk pun di dunia ini yang Tuhan kasih kemampuan untuk itu. Nggak. Hanya Tuhan yang mampu melakukannya.

Waktu yang sudah Tuhan kasih ke kita bisa saja suatu saat Dia ambil. Dia Maha Pemilik seluruh jagat raya. Dia berhak atas segala apa yang Ia ciptakan. TanganNya mampu membuat perubahan besar untuk bumi kecil yang Ia ciptakan untuk kita.

Waktu yang Tuhan kasih nggak akan bisa kita beli dengan uang triliunan pun di dunia ini. Sekeras apapun kemampuan otak manusia, sungguhlah nggak akan pernah bisa menciptakan keajaiban waktu, atau katakanlah Mesin Waktu.

Mungkin Ia akan menertawakan para makhluknya yang bebal akan firmanNya yang sudah jelas tertulis dalam Kitab Suci.

Mungkin yang Tuhan inginkan hanyalah satu, hambaNya lebih mudah bersyukur dan berlapang dada atas kehidupannya. Nggak sulit buat Tuhan, seringnya sulit buat kita.


Bersyukur selagi kita masih diberi waktu oleh Sang Maha Pemilik Waktu.

Bersyukur selagi kita masih diberi kesempatan untuk bersyukur padaNya.

Bersyukur untuk setiap jengkal rejeki dan kenikmatan lainnya yang Dia beri untuk kita
.
Bersyukur selagi kita masih punya waktu untuk merasakan udara di sekitar kita yang mampu memenuhi paru-paru sehat yang Tuhan berikan.


Tuhan itu baik banget. Kitanya sebagai manusia kadang kurang ajar. Tapi Tuhan tetep sayang. Tuhan Maha Penyayang, ya, 'kan? ;)


*


Hargai dan syukuri akan apa yang masih kita punya. Nikmati dan jaga hal itu selagi kita masih diberi waktu olehNya.
Namun jika suatu saat Ia mengambil apa yang kita punya tersebut, relakan dan ikhlaskan. Tuhan selalu punya rencana, Tuhan selalu pintar dan nggak pernah lalai dalam menyiapkan skenario untuk hamba-hambaNya di muka bumi.


Dan waktu, biarkan waktu menjadi rahasiaNya. Manusia hanya cukup bersyukur dan menjaga selagi masih diberikan waktu olehNya.

Genggam dan peluk apa yang kamu punya, agar keberadaannya lebih berarti untukmu sebelum semuanya tak lagi bisa kamu genggam atau peluk sekalipun. Karena Dia-lah yang memberimu waktu.


*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar